Bagaimana jika lagu-lagu yang menemani masa kecil kita ternyata jadi jembatan bagi seorang anak menemukan arti persahabatan? Itulah yang diangkat dalam kisah "Ibu Sud: Nada Anak Nusantara" yang dipentaskan hari ini, Sabtu (25/7).
Cerita ini berpusat pada seorang siswi SD yang tumbuh dalam rasa sepi karena sulit membuka diri. Hingga suatu hari, ia bertemu Ria Enes, Susan, dan enam sahabat baru yang mengajaknya menjelajahi dunia penuh imajinasi bersama karya-karya Ibu Sud.
Satu demi satu lagu dihadirkan sebagai bagian dari perjalanan emosional tokoh utama. Melalui permainan, nyanyian, dan petualangan, gadis cilik ini belajar bahwa persahabatan lahir dari keberanian mengenal orang lain, kasih sayang yang tumbuh dari kepedulian, dan setiap anak berhak memiliki ruang untuk merasa diterima.
Tak cuma menghadirkan kembali lagu-lagu legendaris, pertunjukan ini ingin menunjukkan bahwa karya-karya Ibu Sud masih relevan hingga saat ini. Lewat musik, Ibu Sud mengajari kita nilai empati, kebersamaan, toleransi, dan kegembiraan masa kanak-kanak.
Dengan balutan drama musikal yang penuh warna, koreografi dinamis, tata musik yang ceria, dan visual panggung yang imajinatif, penonton diajak memasuki dunia yang akrab sekaligus menghangatkan hati. Pertunjukan ini dirancang agar dapat dinikmati segala usia dan menjadi pengalaman bersama lintas generasi.
"Kami tidak sedang menceritakan kehidupan Ibu Sud. Kami ingin menghadirkan kembali semangat yang beliau wariskan melalui lagu-lagunya. Lagu-lagu itu menjadi bahasa universal yang membantu seorang anak memahami arti berteman, berbagi, dan saling menyayangi," kata Produser Ngajagi Kreasi Nusantara, Rio Kamase.
Drama musikal ini dibintangi oleh Sita Nursanti sebagai Ibu Sud, Khanza Ameera Salsabilla sebagai Nada, serta menghadirkan Ria Enes dan Susan yang telah menjadi ikon dunia anak Indonesia selama puluhan tahun. Peran Ayah diperankan oleh Firman Agung, sementara Barry tampil sebagai Mamang Becak.
Kisah ini juga diperkuat oleh para pemain ansambel muda yang menghadirkan energi, keceriaan, dan dinamika dunia anak, yaitu Woro Kalika Pranaya, Azalea Khaliqa Kanaya Hendrialden, Afsheena Zerina Sofialdin, Carissa Yiona Revy Hasugian, Fiorella Amaranta Widagdo, dan Kiandra Arundati Harahap.
Ditulis dan disutradarai oleh Nusa Wicastya, serta diproduseri oleh Rio Kamase dan Vidi Newrockman, pertunjukan ini menjadi produksi ke-10 Ngajagi Kreasi Nusantara.
Persembahan Galeri Indonesia Kaya bersama Ngajagi Kreasi Nusantara ini ditampilkan dalam dua sesi berbeda pukul 15.00 WIB dan 19.00 WIB. Pertunjukan digelar di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta.




