DHAKA - Presiden Bangladesh, Mohammed Shahabuddin, telah mengundurkan diri dua tahun sebelum masa jabatannya berakhir karena alasan kesehatan. Ketua Parlemen Nasional kini akan menjadi presiden sementara negara tersebut hingga presiden baru terpilih.
Ketua Parlemen Hafiz Uddin Ahmad mengonfirmasi pengunduran diri Shahabuddin dalam konferensi pers pada Jumat malam. Dalam surat pengunduran dirinya yang diserahkan kepada ketua parlemen, Shahabuddin mengatakan bahwa ia menderita beberapa masalah kesehatan.
Ia mengatakan bahwa ia didiagnosis menderita neuropati otonom dan kadang-kadang kehilangan kesadaran dalam waktu singkat akibat penyakit ini.
Laporan mengatakan Shahabuddin menerima perawatan di Rumah Sakit Militer Gabungan selama dua hari terakhir.
Pengunduran diri Shahabuddin terjadi jauh sebelum berakhirnya masa jabatannya secara resmi pada April 2028. Jabatan presiden di Bangladesh sendiri sebagian besar bersifat seremonial.
Shahabuddin (76 tahun) terpilih tanpa lawan untuk masa jabatan lima tahun pada tahun 2023 sebagai calon dari partai Awami League pimpinan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina.
Pengunduran diri ini menjadi penting karena Hasina telah mengumumkan bahwa ia akan kembali ke Bangladesh pada bulan Desember.
Pada November 2025, pengadilan Bangladesh menjatuhkan hukuman mati secara in absentia kepada Hasina atas perannya dalam penindakan keras terhadap para demonstran yang menyebabkan penggulingannya.




