Jakarta, tvOnenews.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur menyatakan akan memperluas ruang dialog dengan kalangan muda sebagai bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan usai penyelenggaraan RedTalks 2026 bertajuk Indonesia Punya Kita: Nasionalisme Tanpa Batas Generasi di Malang Creative Center, Sabtu (25/7/2026).
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengatakan forum diskusi seperti RedTalks akan terus digelar di berbagai daerah dengan cakupan yang lebih luas. Menurutnya, masukan dari masyarakat, khususnya generasi muda, akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan di internal partai maupun menjadi masukan bagi kader yang bertugas di lembaga legislatif dan eksekutif.
"Harapan kami RedTalks cakupan wilayahnya semakin luas di masing-masing kabupaten/kota, mau itu di kampus, di warung kopi, di kafe, buatlah acara-acara seperti ini agar masukan dari lingkungan paling kecil bisa kemudian ditampung," kata Deni usai RedTalks 2026 di Malang Creative Center, Sabtu (25/7/2026).
Ia menegaskan, partainya ingin membangun mekanisme yang dapat mengakomodasi berbagai aspirasi dari masyarakat.
"Kami di PDIP akan mencoba menata, menampung asipirasi, kemudian bisa merumuskan aspirasi itu menjadi satu kebijakan. Baik kebijakan internal partai maupun kami akan menugaskan kader-kader PDIP yang ada di legislatif maupun eksekutif," terangnya.
Dalam forum tersebut, Deni mengaku menangkap sejumlah isu yang menjadi perhatian generasi muda di Malang Raya. Selain persoalan kesejahteraan dan kesempatan kerja, ia juga menyoroti berbagai pandangan kritis yang disampaikan para narasumber, termasuk akademisi dan pengamat politik.
"Tantangan yang disampaikan oleh Bung Rocky tadi menarik juga bagi anak muda Malang, kader, khususnya teman-teman aktivis untuk bagaimana kemudian melihat Marhaenisme menjadi salah satu hal yang memang sampai hari ini masih sangat relevan," jelasnya.
Menurut Deni, partai politik perlu membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda tanpa harus selalu dikaitkan dengan keanggotaan struktural maupun pencalonan dalam pemilu.
"Tugas kami membuat partai politik menjadi ruang terbuka bagi anak-anak muda. Kami sudah membuktikan PDIP membuka ruang itu, bahwa anak-anak muda diberi kesempatan di PDIP dengan catatan tidak harus menjadi struktur partai, tidak harus jadi caleg, tapi kami membuka ruang-ruang diskusi agar masukan dari anak-anak muda bisa kemudian kami tampung dan kami jadikan program-program perjuangan," tambahnya.




