Mewujudkan Mimpi Anak-anak lewat Drama Musikal ”Meraih Mimpi”

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

Indah tertunduk lesu sambil menangis tersedu berjalan bergandengan bersama ibu dan adiknya menuju pos pengungsian. Baru saja bencana gempa bumi dan banjir bandang terjadi di desa tempat tinggalnya.

Padahal, tidak lama sebelumnya, Indah sudah merencanakan masa depannya bersama sang ibu untuk terus belajar agar bisa melanjutkan ke pendidikan tinggi. Namun, bencana membuat seluruh bangunan, termasuk rumah dan sekolahnya hancur.

“Bagaimana masa depan aku selanjutnya Ibu?” tanyanya pada sang ibu. Di tengah-tengah suasana haru itu, kepala desa datang membawa kabar bahwa pemerintah kota berjanji akan membangun kembali sekolah juga fasilitas publik lainnya. Beasiswa pendidikan juga diberikan bagi semua anak.

Sontak, anak-anak, termasuk Indah dan teman-teman sekolahnya berteriak kegirangan. Mereka tetap bisa belajar dan bersekolah. Mimpi mereka tidak terhenti. Bahkan, Indah kemudian akhirnya bisa menjadi seorang dokter yang andal.

Baca JugaAnak-anak di Wilayah 3T Terisolasi dari Layanan Dasar Publik
Baca JugaPendidikan dan Ketimpangan Struktural

Kisah Indah, yang diperankan oleh Jovanka Pakpahan, memang cerita fiksi yang dikisahkan dalam drama musikal “Meraih Mimpi” yang digelar di Jakarta, Minggu (25/7/2026). Meski demikian, kisah anak seperti Indah dengan mimpi-mimpi yang sempat tertunda, itu terjadi secara nyata di berbagai tempat.

Hanya yang mungkin membedakan, tidak semua anak yang mengalami persoalan seperti Indah bisa mendapatkan jalan keluar yang baik yang mendukung pendidikan dan mimpi-mimpinya. Padahal, hak pendidikan seharusnya menjadi hak dasar yang mesti diperoleh setiap anak di Indonesia.

“Mereka itu seharusnya punya hak, kemampuan, dan kesempatan untuk bisa meraih mimpi. Anak-anak Indonesia itu anak yang berkualitas. Tetapi sayangnya, seringkali mereka kurang mendapatkan kesempatan dan fasilitas,” ujar Founder Yayasan Kemilau Emas Anak Indonesia, Wawa Lukman yang juga produser drama musikal “Meraih Mimpi”.

Drama musikal “Meraih Mimpi” diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional dari Yayasan Kemilau Emas Anak Indonesia. Ratusan anak dari lima panti asuhan dan satu panti disabilitas diundang untuk menonton pertunjukkan tersebut. Selain drama musikal, acara ini juga dimeriahkan dengan pembacaan dongeng, pentas nyanyian, serta tarian.

Wawa menyampaikan, cerita yang diangkat dalam pertunjukkan ini sekaligus ingin menyampaikan pesan pada anak-anak panti asuhan agar mereka tidak boleh terjebak dalam pola pikir pasrah dan hilang semangat dalam kondisi apapun. Kehadiran tokoh-tokoh yang tampil di atas panggung diharapkan menjadi pemantik bagi setiap anak untuk percaya bahwa mereka bisa mencapai hal-hal yang dimimpikan di masa depan.

Anak-anak Indonesia itu anak yang berkualitas. Tetapi sayangnya, seringkali mereka kurang mendapatkan kesempatan dan fasilitas.

Ia menambahkan, kisah yang diceritakan dalam drama musikal tersebut tidak sebatas menyampaikan pesan pada anak-anak, tetapi juga guru dan para pengasuh. Menurutnya, upaya untuk mendukung setiap anak dalam meraih mimpi akan lebih mudah terwujud apabila mendapat dukungan dari orang-orang terdekat dan lingkungan di sekitarnya.

Baca JugaAnak-anak Pengungsi di Papua Hadapi Ancaman Ganda, Berisiko Terjerumus Lingkaran Kekerasan  
Baca JugaMimpi-mimpi yang Direnggut Pandemi

“Saat anak-anak berjuang, dia juga harus mendapatkan support system (sistem pendukung) dari keluarga dan lingkungan yang saling menguatkan. Karena mimpi itu tidak bisa dicapai sendiri,” ujar Wawa.

Kolaborasi

Secara khusus, ia juga berharap agar pemerintah dan seluruh pihak, termasuk swasta bisa bersama-sama memberikan perhatian lebih pada anak-anak panti asuhan. Banyak anak-anak yang tinggal di panti asuhan yang belum mendapatkan dukungan yang penuh.

Dukungan tidak bisa hanya diberikan oleh sekelompok orang saja. Dukungan bagi anak-anak di panti asuhan mestinya berjalan secara sistematis sehingga tidak hanya berlangsung di hari-hari khusus. Dukungan pun seharusnya tidak terjadi secara sporadis.

Karena itu, Wawa ingin mengajak banyak lembaga dan individu, termasuk pemerintah untuk turun langsung menemui anak-anak panti asuhan secara berkala. Dukungan bisa diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari seni, bantuan tenaga medis, maupun bantuan lainnya.

“Dengan jumlah anak-anak panti asuhan yang cukup banyak tidak mungkin dukungan hanya diberikan dari beberapa lembaga saja. Jadi saya berharap, banyak lembaga lain yang punya hati tulis untuk sama-sama bergandengan mendukung mimpi anak-anak, khususnya anak-anak panti asuhan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Subkelompok Lembaga Kemasyarakatan Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Wisnu Yulianto Nur Eko Saputro menyampaikan, setiap anak berhak untuk mendapatkan ruang yang cukup untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Kondisi anak-anak di masa kini merepresentasikan masa depan bangsa.

Baca JugaHari Anak Nasional 2026:  Ruang Aman untuk Anak Kian Menyempit
Baca JugaAnak-anak Tidak Boleh Terkendala Bersekolah

Karena itu, seluruh pihak termasuk pemerintah harus berkomitmen untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan khusus bagi anak. Komitmen tersebut akan berjalan optimal jika dilakukan lewat kolaborasi dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan.

Wisnu menyampaikan, seluruh pihak harus memastikan adanya ruang aman bagi anak. Itu artinya, jangan ada segala bentuk kekerasan, perundungan, eksploitasi, dan diskriminasi pada anak. Setiap anak pun berhak mendapatkan pengasuhan yang layak.

Selain itu, anak-anak perlu diberi ruang untuk berpartisipasi dan mengekspresikan diri mereka. Setiap suara dari anak-anak berhak untuk didengarkan. Di lain sisi, anak-anak juga diajak terus menjaga mimpi-mimpi mereka agar bisa diwujudkan di masa depan.

“Kalian (anak-anak) adalah pemilik masa depan. Teruslah bermimpi yang tinggi. Rajinlah belajar. Jangan takut untuk berkarya dan juga bersuara. Kami di sini dan para orangtua serta pemerintah akan selalu hadir untuk melindungi dan mendukung setiap langkah kalian menuju masa depan,” tutur Wisnu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nepal van Java, tapi dari Darat
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Pengamat Bahas Serangan Iran ke AS, Benarkah Konflik Timur Tengah Memasuki Babak Baru?
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Kapolda Riau Tegaskan Green Policing usai Tinjau Dugaan Perusakan Mangrove 118 Hektare
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK: Modus Korupsi Kepala Daerah Didominasi Mark-up dan Jual Beli Jabatan
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri PANRB Sebut Wredatama Teladan Pengabdian, PWRI Didorong Perkuat Reformasi Birokrasi
• 5 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.