MAKASSAR, KOMPAS - Sebanyak 11 wisatawan asing yang sebelumnya hilang kontak dalam perjalanan kapal di Teluk Tomini ditemukan selamat. Namun keberadaan nakhoda hingga kini belum diketahui. Tim SAR gabungan masih mencari.
“Alhamdulillah, semua korban ditemukan dengan selamat, tapi masih ada satu yaitu nahkodanya masih hilang. Kami akan terus melaksanakan pencarian operasi SAR sesuai dengan SOP kami yakni tujuh hari,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gorontalo Heriyanto, Sabtu (25/7/2026).
Dia mengatakan, saat ini ke-11 wisatawan asing itu sudah dievakuasi ke sebuah resor di wilayah Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, termasuk ABK atas nama Arif yang juga selamat. Adapun yang masih dicari oleh regu penyelamat ialah Adriansyah, sang nakhoda.
Ke-11 wisatawan asing ini adalah Milan Kasik (laki-laki/55), Rani Permentier (perempuan/30), Mathijs Sercu (laki-laki/29), Jelka Van Driesum (perempuan/16), Hinke Van Deer (perempuan/59), Roeland Van Driesum (laki-laki/61), dan Age Van Driesum (laki-laki/18).
Selain itu, Matthias Prange (laki-laki/50), Celine Josette Menguy (perempuan/52), Hector Fabio Prange (laki-laki/20), dan Ronny Josue Prange (laki-laki/13). Mereka berasal dari Jerman, Perancis, Belanda, Belgia, dan Ceko.
“Dari informasi yang kami peroleh kapal yang mereka tumpangi mengalami insiden saat cuaca buruk dan menyebabkan kapal patah dan tenggelam. Semua penumpang lalu menyelamatkan diri dengan berpegangan pada rakit yang ada di sekitar lokasi kejadian. Adapun nakhoda saat itu tak kelihatan karena berkabut sehingga tak terlihat bahwa posisi nakhoda ini masih di kapalnya,” katanya.
Insiden kapal hilang kontak ini terjadi pada Jumat (24/7/2026). Saat itu, kapal berangkat sekitar pukul 07.30 Wita dari Pulau Una-Una, Sulawesi Tengah. Sedianya dalam kondisi normal, kapal akan bersandar di Pelabuhan Marisa, Gorontalo, sekitar pukul 11.00. Namun hingga sore, kapal belum juga bersandar. Pencarian kemudian dilakukan.
Sementara itu, terkait pencarian nakhoda kapal yang masih belum ditemukan, pihak Kantor SAR Palu mengerahkan tim dari Pos SAR Luwuk. Tim membawa KN SAR Bhisma yang sebelumnya turut mencari para korban.
“Pencarian terhadap nakhoda kapal masih akan dilanjutkan. Tim sudah melakukan pencarian dengan KN SAR Bhisma,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muhammad Rizal.
Teluk Tomini berada di antara Sulawesi Tengah dan Gorontalo. Di teluk ini terdapat Pulau Togian yang menjadi tujuan wisata di Sulawesi Tengah. Banyak wisatawan asing yang berkunjung ke Togian untuk menikmati keindahan pulau-pulau dan menyelam.
Jaraknya yang cukup jauh dari Palu membuat banyak wisatawan memilih datang dan pulang melalui Gorontalo. Biasanya dari bandara, wisatawan melanjutkan naik feri atau kapal cepat menuju Pulau Togian.





