Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan Fiktor Harefa, petugas sekuriti yang sempat viral usai terlibat cekcok dengan oknum anggota kepolisian yang belakangan terungkap merupakan anggota Polda Jawa Barat di kawasan Bundaran HI, Jakarta.
Mengawali percakapan, Dedi memperkenalkan Fiktor yang belakangan menjadi sorotan publik.
"Ini saya sudah bertemu dengan siapa?" tanya Dedi.
"Fiktor Harefa," jawab Fiktor.
Dedi kemudian menjelaskan latar belakang peristiwa yang membuat Fiktor menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya, Fiktor saat itu menjalankan tugas sebagai petugas keamanan dengan menegur pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.
"Fiktor Harefa, sekuriti yang menegur oknum aparat, kemudian oknum aparatnya tidak terima karena ditegur di Bundaran HI, yaitu menabrak rambu lalu lintas, tanda lampu merah, sehingga membahayakan keselamatan pejalan kaki yang menyeberang. Betul, kan?" kata Dedi.
Ternyata Warga BandungDalam kesempatan itu, Dedi juga mengungkap bahwa Fiktor merupakan warga Bandung yang berasal dari Nias.
"Dan ternyata dia ini orang Bandung, berasal dari Nias. Tinggal di Bandungnya di mana?" tanya Dedi.
"Di Pasteur, Pak," jawab Fiktor.
Dedi mengatakan, Fiktor sengaja datang menemuinya untuk menyampaikan keinginan pindah tempat bekerja. Permintaan tersebut langsung direspons oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Dan sengaja datang bertemu saya hari ini, ya kan, untuk ingin pindah kerja sebagai sekuriti," ujar Dedi.
Ia memastikan Fiktor nantinya akan bekerja sebagai petugas keamanan di kawasan Gedung Sate, yang saat ini masih dalam proses penataan halaman.
"Jadi rencananya insyaallah nanti pindah kerja sebagai sekuriti di Bandung. Nanti jaga sekitar Gedung Sate yang hari ini lagi proyek pembangunan penataan areal halaman Gedung Sate," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Dedi juga menyampaikan keyakinannya bahwa Polda Jawa Barat akan menangani dugaan pelanggaran yang dilakukan anggotanya secara profesional.
"Saya yakin jajaran Polda Jabar akan bersikap tegas pada anggotanya yang melakukan pelanggaran lalu lintas," kata Dedi.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk saling menghormati tugas dan tanggung jawab masing-masing.
"Dan kita juga semua sama-sama saling menghargai tugas kita masing-masing. Hatur nuhun," tutup Dedi.





