PHE Pacu Energi Nasional Lewat Kolaborasi Global dan Akuisisi Wilayah Kerja Baru

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Di tengah dinamika lanskap energi global yang semakin kompleks, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus memperkuat langkah strategisnya dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional. Melalui pengembangan portofolio eksplorasi yang dilakukan secara konsisten dalam lima tahun terakhir, PHE berhasil memperluas wilayah operasi melalui akuisisi Wilayah Kerja (WK) baru serta pelaksanaan Joint Study (JS) bersama sejumlah mitra strategis, baik di dalam maupun luar negeri.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen PHE untuk menjawab tantangan meningkatnya kebutuhan energi nasional sekaligus mengantisipasi penurunan produksi alamiah (natural decline) pada wilayah kerja eksisting. Dengan memperluas area eksplorasi dan membuka peluang penemuan sumber daya baru, PHE terus memperkuat fondasi ketahanan energi Indonesia untuk jangka panjang.

Sebagai tahapan awal yang sangat menentukan dalam mengidentifikasi potensi sumber daya migas sekaligus membuka peluang pengembangan wilayah kerja baru, PHE secara aktif menjalin kolaborasi melalui kegiatan Joint Study bersama berbagai perusahaan energi kelas dunia. Kolaborasi ini tidak hanya menjadi wadah berbagi keahlian dan teknologi, tetapi juga memperkuat sinergi dalam mengeksplorasi potensi cekungan migas yang masih belum berkembang di Indonesia.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) hingga April 2026, PHE menjadi perusahaan dengan jumlah Joint Study terbanyak di Indonesia, yakni sebanyak 10 studi. Hingga Juli 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi 12 Joint Study, terdiri atas 10 studi yang masih berjalan, satu studi telah selesai, dan satu studi lainnya tengah menunggu persetujuan pemerintah.

Joint Study tersebut dilaksanakan bersama sejumlah perusahaan energi internasional bereputasi tinggi, seperti Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, Woodside, serta mitra strategis lainnya. Area studi mencakup berbagai wilayah prospektif dari Indonesia bagian barat hingga timur. Di tingkat regional, PHE juga memperluas kerja sama dengan Management Petroleum Malaysia (MPM) melalui skema Technical Evaluation Agreement (TEA) pada beberapa blok migas di Malaysia.

Seluruh kolaborasi tersebut menjadi sarana pertukaran pengetahuan, teknologi, dan kapabilitas teknis dalam mengidentifikasi play type baru yang berpotensi menjadi sumber cadangan migas masa depan. Kepercayaan yang diberikan para mitra global juga mencerminkan pengakuan terhadap kompetensi PHE sebagai National Oil Company (NOC) yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Selain memperkuat kolaborasi melalui Joint Study, PHE juga terus memperluas portofolio eksplorasinya. Sepanjang periode 2023–2026, PHE berhasil memperoleh delapan wilayah kerja eksplorasi baru di Indonesia, yaitu Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, dan North Ketapang, serta satu wilayah kerja eksplorasi di Malaysia, yakni Blok SK-510.

Pada seluruh wilayah kerja tersebut, PHE berkomitmen menjalankan berbagai program eksplorasi sesuai komitmen kerja pasti, mulai dari studi geologi dan geofisika (G&G), akuisisi data seismik, hingga pemboran eksplorasi. Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi hidrokarbon sekaligus mempercepat penemuan cadangan baru sebagai penopang produksi migas nasional di masa mendatang.

Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi, Asep Samsul Arifin, mengatakan bahwa strategi ekspansi yang dijalankan PHE merupakan bagian dari upaya membangun portofolio eksplorasi yang sehat dan berkelanjutan.

"Eksplorasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri hulu migas. Melalui perluasan wilayah kerja, penguatan kolaborasi dengan mitra global, serta penerapan teknologi eksplorasi yang semakin maju, kami terus membangun portofolio yang berkualitas untuk meningkatkan peluang penemuan sumber daya migas baru. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PHE dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional," ujar Asep.

Kinerja agresif PHE dalam memperluas area eksplorasi juga memperoleh pengakuan di tingkat global. Berdasarkan data S&P Global tahun 2026 untuk periode 2021–2025, PHE tercatat sebagai National Oil Company (NOC) dengan penambahan luas area eksplorasi baru terbesar di dunia, mencapai lebih dari 90.000 kilometer persegi. Capaian tersebut melampaui sejumlah perusahaan migas nasional dunia, seperti Petronas, PTTEP, ADNOC, maupun Sinopec.

Berbagai pencapaian tersebut menjadi kontribusi nyata PHE dalam mendukung agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya percepatan swasembada energi melalui penguatan kegiatan eksplorasi secara masif, peningkatan penemuan cadangan migas baru, serta penguatan kapasitas produksi nasional.

Ke depan, PHE akan terus memperluas portofolio wilayah kerja eksplorasi maupun produksi, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Perusahaan juga berkomitmen mempercepat komersialisasi seluruh potensi eksplorasi, baik pada aset eksisting maupun blok-blok baru hasil ekspansi bisnis. Dengan mengedepankan keunggulan operasional, inovasi teknologi, dan prinsip keberlanjutan, PHE optimistis dapat terus berperan sebagai penggerak utama dalam mewujudkan kedaulatan energi Indonesia.

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Drakor Netflix yang Cocok Temani Weekend, Ada Genre Romantis hingga Aksi
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Catat Titiknya, SIM Keliling Sabtu 25 Juli 2026 Mulai Buka Sejak Pagi
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Perindo Gelar Bimtek Nasional 2026, Perkuat Kapasitas Anggota DPRD Dorong Ekonomi Kerakyatan
• 10 jam laluokezone.com
thumb
3 Kasus Begal Terbaru di Jakarta Selatan, Driver Ojol hingga Pejalan Kaki Jadi Sasaran
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
• 1 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.