Pulang Membangun Papua, Kisah Dua Putra Daerah di Garda Depan Tim Ekspedisi Patriot 2026

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.com - Di banyak tempat, anak muda bermimpi meninggalkan kampung halaman untuk mencari kehidupan yang lebih baik di kota-kota besar. Namun, pilihan itu tidak berlaku bagi Alexsander Leo Letsoin dan Dwi Sanjaya Rahayu Ohee.

Ketika kesempatan datang melalui program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, keduanya justru memilih kembali ke pelosok Papua untuk mengabdikan ilmu, tenaga, dan harapan bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.

Bagi mereka, Papua bukan sekadar tempat lahir. Papua adalah rumah yang ingin mereka bangun bersama.

Alexsander, pemuda asal Merauke, Papua Selatan akan bertugas di Distrik Momiwaren, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.

Lulusan Universitas Musamus Merauke ini mengaku menjadi bagian dari Tim Ekspedisi Patriot bukan sekadar mengikuti program pemerintah, tetapi kesempatan untuk mengambil peran nyata dalam perubahan.

"Saya tidak ingin hanya menjadi penonton perubahan. Saya ingin menjadi bagian dari tim yang bergerak, membantu masyarakat, dan menciptakan cerita keren untuk Indonesia," ujarnya.

Lahir dan besar di ujung timur Indonesia membuat Alexsander memahami betul tantangan hidup masyarakat Papua. Keterbatasan akses, peluang ekonomi yang belum merata, hingga minimnya pendampingan bagi pelaku usaha kecil menjadi realitas yang ingin ia bantu ubah.

Karena itu, sebelum berangkat, ia telah menyiapkan program kerja yang berfokus pada penguatan UMKM masyarakat. Menurutnya, usaha kecil yang dikelola dengan baik mampu menjadi pintu masuk bagi meningkatnya kesejahteraan keluarga di kawasan transmigrasi.

"Saya ingin membantu usaha masyarakat menjadi lebih berkembang. Dari situ, masyarakat bisa lebih mandiri," kata Alexsander.

Persiapan keberangkatannya pun tidak rumit. Sebagai anak Papua, ia telah terbiasa dengan kondisi alam setempat. Namun, satu hal yang tak pernah luput dari tasnya adalah obat antimalaria.

"Yang paling penting saya siapkan adalah obat malaria karena risikonya cukup tinggi di beberapa wilayah Papua," ujar pemuda usia 23 tahun itu.

Semangat serupa juga terpancar dari Dwi Sanjaya Rahayu Ohee, dara kelahiran Jayapura lulusan Politeknik Negeri Jember. Bersama timnya, ia akan ditempatkan di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua.

Bagi Dwi, menjadi bagian dari Tim Ekspedisi Patriot merupakan kesempatan emas untuk kembali mengabdi kepada tanah kelahirannya.

"Saya ingin mendedikasikan diri untuk pemberdayaan ekonomi di kawasan transmigrasi dan membawa perubahan positif di setiap wilayah yang kami kunjungi," tuturnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia meyakini, tantangan yang ditemui di lapangan justru menjadi ruang untuk melahirkan inovasi. Keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi alasan berhenti berkarya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terkuak Alasan Trump Mendadak Ganti Pesawat di Turki, Ada Peran Iran
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Cegah Stunting Lewat Edukasi Gizi di Hari Anak Nasional, Lengkapi Program Satu Telur Sehari
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Namanya Diawali Huruf I
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
BAZNAS Salurkan Beasiswa Pendidikan Rp 22 M bagi Mahasiswa Palestina
• 6 jam laludetik.com
thumb
MUI Didorong Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik terhadap Kekuasan Kehakiman
• 12 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.