Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan telah mengundurkan diri dari jabatannya usai didemo besar-besaran oleh demonstran muda di India. Partai Kecoak yang menjadi penggerak aksi itu menyatakan seluruh tuntutan para massa aksi telah diterima pemerintah.
"Seluruh tuntutan kami telah diterima," kata Juru Bicara Cockroach Janta Party (CJP) atau Partai Kecoak, Ashutosh Ranka, dilansir BBC, Sabtu (25/7/2026).
Perwakilan Partai Kecoak juga telah melakukan pertemuan dengan sejumlah menteri federal di India. Mereka memberikan sejumlah tuntutan dari demonstran yang rata-rata berasal dari generasi muda India.
Tuntutan tersebut mencakup pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan, pemberian kompensasi sebesar 10 juta rupee atau USD 103.554 bagi keluarga korban yang diduga bunuh diri akibat kebocoran soal ujian, serta tidak adanya tindakan hukum terhadap mereka yang mengikuti aksi protes.
Dalam konferensi pers, Partai Kecoak menyatakan bahwa kelompoknya menghentikan aksi protes tersebut "dengan itikad baik" dan menambahkan bahwa mereka telah menyerahkan draf jaminan tertulis kepada pemerintah, yang akan memberikan tanggapan paling lambat hari Selasa pekan depan.
"Kami meminta para pengunjuk rasa untuk menghentikan aksi protes secara damai dan segera," kata Ranka.
Menteri Pendidikan India MundurMenteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mengundurkan diri dari jabatannya pada hari Sabtu (25/7). Ini memberikan kemenangan besar kepada para demonstran muda di seluruh negeri yang menuntut agar ia mundur untuk bertanggung jawab atas kebocoran soal ujian.
Menteri tersebut mengumumkan pengunduran dirinya di media sosial X, ketika polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran muda di New Delhi, ibu kota India.
"Mengingat situasi yang telah terjadi di Jantar Mantar dan di seluruh negeri, agar kekuatan anti-nasional tidak mengambil keuntungan dari situasi ini... Saya telah mengirimkan surat pengunduran diri saya kepada Perdana Menteri," tulis Pradhan dalam unggahannya, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (25/7/2026).
"Saya sangat menghormati aspirasi, perasaan, dan harapan yang sah dari kaum muda negara ini," imbuhnya.
Sorak sorai terdengar di antara ribuan demonstran yang telah berunjuk rasa di New Delhi dan tempat-tempat lain ketika berita pengunduran diri tersebut menyebar.
Sebelumnya, otoritas federal telah membatasi akses ke internet dan ke 18 stasiun metro untuk mencoba membatasi aksi-aksi protes di New Delhi.
Kemarahan memuncak sejak polisi pada hari Senin lalu melukai banyak mahasiswa, melancarkan serangan dengan pentungan dan menembakkan gas air mata untuk menghalau kerumunan demonstran yang bergerak menuju parlemen.
Protes tersebut, yang sebagian besar dipimpin oleh kaum muda dan dipicu oleh ketidakpuasan atas kebocoran soal ujian masuk perguruan tinggi yang sangat penting, mencerminkan kemarahan atas kelangkaan lapangan kerja, korupsi, dan akuntabilitas pemerintah.
(ygs/maa)





