EtIndonesia.com Musim panas tahun ini benar-benar membawa cuaca ekstrem ke Eropa. Gelombang panas yang berkepanjangan telah memicu kebakaran hutan di berbagai negara.
Pejabat Prancis pada 23 Juli mengatakan bahwa kebakaran hutan yang menyebar dengan sangat cepat di barat daya Prancis telah menghanguskan lebih dari 2.400 hektare lahan hanya dalam semalam. Lebih dari 10.000 orang terpaksa dievakuasi, sementara banyak wisatawan harus meninggalkan area perkemahan mereka pada malam hari.
Kebakaran terjadi di kawasan wisata populer di dekat Bordeaux. Pemerintah setempat telah mengerahkan lebih dari 500 petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api.
Wali Kota Lège-Cap-Ferret mengatakan bahwa api menyebar jauh lebih cepat dari perkiraan. Sejumlah jalan telah ditutup, dan jika keadaan semakin memburuk, pemerintah bahkan siap melakukan evakuasi seluruh semenanjung melalui jalur darat maupun laut.
Menurut laporan Reuters, seorang wisatawan menceritakan bahwa saat itu mereka sedang makan malam ketika tiba-tiba langit berubah menjadi merah menyala, kemudian diselimuti warna merah kehitaman. Udara dipenuhi bau benda yang terbakar.
Tak lama kemudian, mobil, kendaraan karavan, dan tenda mereka tertutup abu. Sekitar dua jam kemudian, mereka menerima perintah evakuasi darurat.
Spanyol dan Italia Juga Berjuang Melawan KebakaranBukan hanya Prancis, Spanyol dan Italia juga tengah menghadapi kebakaran hutan besar.
Di Spanyol, sejumlah kebakaran masih belum berhasil dikendalikan. Jalur kereta cepat yang menghubungkan Madrid dan Barcelona bahkan sempat dihentikan operasinya.
Sepanjang tahun ini, lebih dari 100.000 hektare lahan di Spanyol telah terbakar.
Sementara itu, di Pulau Sisilia, Italia, seorang petugas pemadam kebakaran berusia 59 tahun meninggal dunia setelah tiba-tiba mengalami gangguan kesehatan saat bertugas memadamkan api.
Eropa Mengalami Tiga Gelombang Panas Berturut-turutLaporan tersebut menyebutkan bahwa tahun ini Eropa telah mengalami tiga gelombang panas secara berturut-turut.
Akibat suhu yang sangat tinggi, vegetasi menjadi semakin kering sehingga hampir seluruh benua berubah menjadi seperti “tong mesiu raksasa” yang mudah terbakar.
Luas wilayah yang terbakar akibat kebakaran hutan tahun ini telah melampaui rata-rata selama 20 tahun terakhir.
Dampak Gelombang Panas Semakin MeluasDampak cuaca panas ekstrem tidak hanya berupa kebakaran hutan.
- Prancis khawatir hasil panen pangan akan menurun.
- Belanda mengumumkan mulai mengalami kekurangan air.
- Inggris mulai memberlakukan pembatasan penggunaan air bagi penduduk.
- Yunani menetapkan tujuh pulau dalam status darurat pasokan air.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa seiring perubahan iklim yang terus menyebabkan suhu global meningkat, Eropa kemungkinan akan menghadapi gelombang panas, kekeringan, dan kebakaran hutan yang semakin sering serta lebih parah di masa mendatang.
Sumber : NTDTV.com





