JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketum Militan Gibran Nusantara Andi Azwan merespons pernyataan Ahmad Khozinudin yang menyebut kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Roy Suryo pengecut.
Ia hanya mengaku setuju dengan sebagian pernyataan yang dilontarkan Khozinudin itu.
"Kalau Roy-Tifa, ya saya katakan pengecut saya mengamini apa katanya Khozinudin. Tapi kalau dikatakan Pak Jokowi pengecut, itu 1.000% salah besar," ujarnya dalam dialog Kompas Petang KompasTV, Sabtu (25/7/2026).
Ia menegaskan, Jokowi sudah mengatakan di depan publik bahwa akan hadir di sidang jika dipanggil hakim sebagai saksi pelapor dan saksi korban.
Jika persidangan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa berjalan terus, pada 6 Agustus 2026 nanti Jokowi akan hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Timur sebagai saksi pelapor untuk kasus tersebut.
Namun, diterimanya eksepsi Dokter Tifa menurutnya di luar ekspektasi pihaknya, bahkan semua orang.
"Bukan berarti bahwa ini the end of the game, tapi ini adalah sesuatu yang tertunda saja," ucapnya.
Baca Juga: Jokowi Disebut Sudah Siap Hadiri Sidang Kasus Ijazah, Kuasa Hukum Dokter Tifa Meragukannya
Pernyataan Ahmad Khozinudin tentang kubu Jokowi dan Roy Suryo pengecut awalnya disampaikannya di Jakarta, Kamis (23/7/2026) lalu.
"Keduanya itu sama-sama pengecut, sama-sama takut, sama-sama menghindari pokok masalah agar tetap dilihat oleh rakyat seolah-olah masih tetap pahlawan, seolah-olah ingin saling membuktikan, tapi keduanya sebenarnya pengecut," ujarnya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- andi azwan
- ahmad khozinudin
- jokowi
- kasus ijazah jokowi
- roy suryo





