Cerita Guru Sukma Bangsa dari Kelas Sederhana Lahir Prajurit TNI dan Peneliti di Amerika

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Lhokseumawe: Sansrisna, tenaga pendidik angkatan perdana Sekolah Sukma Bangsa, mengenang perjalanan panjangnya membimbing para murid sejak lembaga pendidikan itu berdiri dua puluh tahun silam. Dalam peringatan HUT ke-20 Yayasan Sukma Bangsa, ia bercerita tentang berbagai rintangan di awal pendirian sekolah hingga capaian para lulusannya yang kini mengabdi di berbagai profesi.

Sansrisna, yang akrab dipanggil Bu Ican oleh murid-muridnya, mengatakan bahwa dirinya bersama para guru angkatan pertama mengikuti pembekalan intensif selama kurang lebih tiga bulan sebelum sekolah mulai menerima peserta didik. Pelatihan tersebut dilaksanakan di Sekolah Sukma Bangsa Bireuen di bawah bimbingan Ahmad Medowi dan tim.

"Pelatihan tersebut menjadi bekal yang sangat berharga bagi kami. Tiga bulan setelah pelatihan berlangsung, akhirnya siswa angkatan pertama datang dan kami menyambut mereka dengan penuh kebahagiaan," ujar Sansrisna, Sabtu, 25 Juli 2026.

Namun, hasil asesmen kemampuan akademik para siswa saat itu cukup mengejutkan. Sejumlah anak yang telah duduk di jenjang SMP dan SMA ternyata belum lancar membaca, sementara sebagian lainnya masih kesulitan menyelesaikan operasi hitung dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
 

Baca Juga :

Surya Paloh: Pendidikan Investasi Jangka Panjang Penuh Tanggung Jawab


Berbekal metode pengajaran yang diperoleh selama pembekalan, para guru kemudian berusaha mendampingi para siswa agar dapat mengejar ketertinggalan akademik mereka. Upaya tersebut, menurut Sansrisna, menjadi landasan penting dalam membangun mutu pendidikan di Sekolah Sukma Bangsa.

Dua dekade kemudian, ia mulai menyaksikan buah dari proses pendidikan tersebut. Salah satu muridnya, Ashar, yang semasa sekolah dikenal pendiam dan lebih unggul di bidang olahraga serta IPS, kini bertugas sebagai prajurit TNI di wilayah Puncak Jaya, Papua.

"Beberapa waktu lalu Ashar menelepon saya. Dia berbisik, 'Ibu, doakan Ashar pulang kembali dengan selamat.' Tentu saja saya selalu mendoakan keselamatan anak didik saya," tuturnya.


Surya Paloh saat menjawab pertanyaan jurnalis senior Andy F. Noya dalam sesi dialog pada peringatan 20 tahun Yayasan Sukma Bangsa. Foto: Metrotvnews.com/Fajri Fatmawati


Kisah inspiratif lainnya datang dari alumninya bernama Gebrina atau Gebi. Sansrisna mengungkapkan, Gebi yang berasal dari keluarga prasejahtera kini menjadi peneliti sekaligus asisten rektor di Universitas Rhode Island, Amerika Serikat. Saat masih bersekolah, para guru bahkan bergotong royong membantu biaya pendidikan Gebi agar dapat menyelesaikan studinya di Sukma Bangsa.

Menurut Sansrisna, keberhasilan para alumni menjadi bukti bahwa Sekolah Sukma Bangsa telah tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi unggul sekaligus menjadi teladan bagi banyak sekolah lain. Ia menegaskan, apa pun profesi yang dijalani para lulusannya, dirinya bangga pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.

Sansrisna mengucapkan syukur atas kesempatan menjadi pengajar di Sekolah Sukma Bangsa selama dua puluh tahun terakhir. Ia juga mendoakan pendiri Yayasan Sukma Bangsa, Surya Paloh, agar senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang serta terus menjaga keberlangsungan Sekolah Sukma Bangsa.

"Terima kasih telah memberi saya kesempatan untuk belajar, bertumbuh, berkembang, dan menjadi guru yang profesional. Semoga Bapak Surya Paloh selalu sehat dan tetap setia menjaga Sukma Bangsa agar terus hadir mencetak generasi terbaik bangsa," tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengamat Nilai Rusun Klender Perlu Revitalisasi Menyeluruh, Bukan Sekadar Renovasi
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Milisi Houthi Yaman Tembakkan Rudal dan Drone ke Arab Saudi
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal Siaran Langsung Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persib Bandung Ditantang Arema FC, DPMM FC Vs Tampines Rovers
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Resmi Berganti Nama! Veritas Intercultural School Siapkan Generasi Global Lewat Kurikulum IB
• 4 jam laludisway.id
thumb
Menakar Arah Nasionalisme dan Peran Anak Muda di Era Digital
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.