HARIAN.FAJAR.CO.ID, BARRU — Senyuman anak-anak merupakan cerminan kesehatan sekaligus kebahagiaan yang perlu dijaga sejak dini. Semangat itulah yang dibawa oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Profesi Kesehatan Angkatan 69 Desa Palakka melalui program Skrining Karies dan Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut yang dilaksanakan selama tiga hari, 22-24 Juli 2026.
Kegiatan yang penuh kehangatan ini menyapa ratusan siswa sekolah dasar di Desa Palakka dengan membawa semangat promotif dan preventif demi mewujudkan generasi yang sehat dan gemar menjaga kesehatan gigi serta mulut.
Kegiatan diawali dengan edukasi kesehatan gigi dan mulut yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Para siswa diajak mengenal pentingnya menjaga kebersihan gigi, penyebab gigi berlubang, hingga cara menyikat gigi yang benar. Suasana belajar semakin meriah melalui praktik sikat gigi massal yang dipandu langsung oleh mahasiswa KKN.
Kegiatan ini dilaksanakan bagi murid kelas 1 di SDN 24 Barru Palakka, SDN 21 Barru Cenne, dan SDN 19 Barru Camming, serta bagi murid kelas 1, 2, dan 3 di SDN 26 Barru Pange dan SDN 2 Barru Kaerange. Antusiasme para siswa terlihat dari semangat mereka mengikuti setiap gerakan menyikat gigi sambil tersenyum ceria bersama teman-temannya.
Selain edukasi, mahasiswa KKN juga melaksanakan skrining karies untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi para siswa. Pemeriksaan dilakukan kepada murid kelas 4, 5, dan 6 di SDN 24 Barru Palakka, SDN 21 Barru Cenne, SDN 19 Barru Camming, SDN 26 Barru Pange, dan SDN 2 Barru Kaerange. Melalui kegiatan ini, para siswa memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatan gigi mereka sehingga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mencegah terjadinya kerusakan gigi yang lebih lanjut.
Suasana hangat terasa di setiap sekolah yang dikunjungi. Tawa anak-anak, semangat para guru yang mendampingi, serta antusiasme mahasiswa KKN berpadu menjadi momen yang penuh makna. Edukasi tidak hanya menjadi penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah.
Senyum-senyum polos para siswa menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan gigi merupakan investasi penting bagi masa depan mereka.
Mario Heindrich Siyulan selaku pelaksana program menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia yang masih berada pada angka yang mengkhawatirkan. Menurutnya, tingginya prevalensi karies menunjukkan bahwa edukasi dan upaya pencegahan harus dimulai sejak usia dini melalui lingkungan sekolah.
“Kondisi kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Melalui program ini, saya berharap anak-anak tidak hanya mengetahui cara menyikat gigi yang benar, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Program ini merupakan bentuk upaya promotif dan preventif yang kami harapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi mereka,” tutur Mario Heindrich Siyulan. (*)





