Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan gelombang serangan rudal dan drone baru terhadap target militer Amerika Serikat (AS), di seluruh wilayah. Balasan ini sebagai tanggapan terhadap agresi militer AS yang tiada henti terhadap Iran Selatan yang menargetkan infrastruktur sipil.
Dikutip dari program Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu, 25 Juli 2026, Gelombang serangan ke-27 dilaksanakan dengan kode Ya Aba Salih Al-Mahdi Adrikni.
IRGC, di bawah Operasi Nasr-2 atau Kemenangan 2 dan tentara pembebasan Islam Iran, di bawah Operasi Sa'eqeh atau Petir, meluncurkan drone serang berat yang canggih.
Baca Juga :
Terus Digempur, Bahrain dan Kuwait Dilaporkan Lakukan Serangan Balasan ke IranSerangan menargetkan depot amunisi dan hanggar personel AS di Kuwait. Menandai fase baru dalam respon militer Iran setelah AS gagal menghormati komitmennya berdasarkan nota kesepahaman atau MoU yang ada di Islamabad.
Iran memberikan pukulan telak kepada pangkalan AS yang ada di Al-Azraq, Yordania, serta menyebabkan kerusakan besar di beberapa jet tempur dan barak-barak personel militer AS.
Pelanggaran berkelanjutan Washington ini menyebabkan dimulainya kembali konfrontasi militer. IRGC menyatakan operasi pembalasan hukuman akan terus berlanjut.




