Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang peziarah ditemukan meninggal dunia di toilet laki-laki Komplek Makam Troloyo, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Korban diketahui bernama Heru Wiono (79), warga Dusun Dampak, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.
Petugas dari Polres Mojokerto yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Usai dilakukan olah TKP, jenazah korban dievakuasi oleh sejumlah relawan ke kamar jenazah RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Pamapta Polres Mojokerto, Ipda Nuaiman Hizbullah, mengatakan berdasarkan keterangan para saksi, sebelum ditemukan meninggal korban sempat berlari menuju area toilet.
“Mungkin karena terburu-buru mencari kamar mandi yang terdekat. Korban mencari toilet duduk, sedangkan beberapa toilet di sebelahnya merupakan toilet jongkok,” ungkapnya, Sabtu (25/7/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, polisi belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban. Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah dievakuasi ke kamar jenazah rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto.
“Sebelum dibawa ke rumah sakit dilakukan visum luar dan tidak ditemukan bekas benturan maupun trauma. Dugaan sementara korban meninggal karena penyakit dalam atau memiliki riwayat penyakit tertentu. Untuk memastikan penyebab meninggalnya korban, jenazah kami bawa ke RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk dilakukan visum,” jelasnya.
Dari informasi yang dihimpun, korban merupakan peziarah yang cukup sering datang ke Komplek Makam Troloyo. Keterangan tersebut diperoleh dari peziarah lain yang mengenali korban. Saat dilakukan pemeriksaan barang bawaan, polisi menemukan satu unit telepon seluler, kartu identitas, tasbih, serta uang tunai sebesar Rp77 ribu.
Barang-barang tersebut ditemukan di saku celana korban, sedangkan celana dan topi korban ditemukan di lokasi berbeda. Sementara itu, tas milik korban dan satu unit telepon seluler lainnya juga ditemukan di sekitar area makam. Polisi menduga barang-barang tersebut tertinggal karena korban terburu-buru menuju toilet. Barang-barang tersebut diamankan di Polsek Trowulan sebagai barang bukti. (tin/kun)




