Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyerahkan secara simbolis bantuan beasiswa pendidikan senilai Rp22 miliar bagi mahasiswa Palestina kepada Duta Besar Palestina dalam pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Beasiswa Berasal dari Dana Kemanusiaan PalestinaKetua Baznas RI Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa beasiswa tersebut dialokasikan dari total dana kemanusiaan Palestina sebesar Rp200 miliar yang berhasil dihimpun dari masyarakat Indonesia.
Ia mengungkapkan, "Di antara alokasi dana tersebut antara lain untuk beasiswa mahasiswa Palestina yang ada di Indonesia, di mana pada tahap pertama teralokasikan sebesar Rp22 miliar hasil kerja sama rekrutmen dan pembinaan antara Baznas, MUI (Majelis Ulama Indonesia), dan Kemdiktisaintek (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi)."
Program beasiswa tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Baznas, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Sodik menegaskan, "Dana ini merupakan amanah masyarakat Indonesia yang sejak awal diperuntukkan bagi rakyat Palestina. Jadi, tidak mengurangi maupun menggunakan alokasi dana ZIS untuk program-program Baznas di Indonesia."
Ia memastikan seluruh penyaluran beasiswa menggunakan dana kemanusiaan yang memang dihimpun khusus bagi Palestina sehingga tidak menggunakan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk program Baznas di Indonesia.
Dukungan Masyarakat dan Rencana Bantuan InfrastrukturSelain menjalankan program pendidikan, Baznas RI juga telah berkoordinasi dengan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) terkait rencana penyaluran dana bantuan kemanusiaan Palestina untuk pembangunan infrastruktur fisik di Palestina.
Sodik menyatakan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap Palestina masih sangat tinggi dengan dukungan yang datang dari berbagai lapisan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga swasta.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan donasi kemanusiaan melalui Baznas RI tetap berlangsung secara tinggi, masif, dan konsisten.
Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan menyampaikan kolaborasi program beasiswa difokuskan pada penguatan kapasitas anak-anak Palestina agar mampu menghadapi berbagai keterbatasan yang mereka alami.
Ia menilai program beasiswa diharapkan dapat mencetak generasi penerus yang mampu membangun kembali masa depan bangsa Palestina.
Amirsyah menambahkan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama bagi bangsa yang sedang menghadapi krisis agar dapat bangkit dan berdiri sejajar dengan negara-negara lain di dunia.




