Pemprov Sumsel Dorong Usaha Produktif Warga untuk Tingkatkan Kesejahteraan

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mendorong masyarakat di 17 kabupaten dan kota untuk aktif melakukan kegiatan usaha produktif. Langkah ini digalakkan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga di wilayah setempat.

Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, menyampaikan hal tersebut di Palembang pada Sabtu. Ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan melalui usaha produktif diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial yang ada di provinsi ini.

Untuk merealisasikan dorongan tersebut, Pemprov Sumsel berupaya menjalankan berbagai program pembinaan. Program ini dirancang agar masyarakat tidak hanya termotivasi, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang memadai.

Pembinaan Berbasis Potensi Lokal

Wagub Cik Ujang menjelaskan bahwa pembinaan usaha produktif dilakukan dengan mengajarkan keterampilan membuat kerajinan tangan. Fokus utamanya adalah memanfaatkan potensi sumber daya yang ada di sekitar lingkungan masyarakat masing-masing daerah.

Pihaknya juga turut membantu memasarkan hasil kerajinan tersebut. Sebagai contoh, masyarakat yang tinggal di daerah dengan potensi tanaman rotan dan bambu akan diajarkan untuk membuat beraneka ragam kerajinan berbahan baku tersebut.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sementara itu, bagi daerah yang memiliki potensi perikanan, pembinaan diarahkan pada pengolahan hasil laut atau perairan. Salah satu contohnya adalah pelatihan pembuatan kerajinan pengolahan ikan asin yang bernilai jual.

Pengembangan Kelompok dan Nilai Jual

Program pembinaan ini disesuaikan dengan kondisi dan keunggulan spesifik setiap daerah. Pelaksanaannya dilakukan dalam bentuk kelompok agar koordinasi dan pengembangan usaha menjadi lebih mudah dan terarah.

Dengan memanfaatkan keunggulan lokal menjadi kegiatan usaha produktif yang memiliki nilai jual tinggi, diharapkan ke depan dapat meminimalkan permasalahan sosial. Hal ini dinilai penting karena masalah sosial kerap menjadi penghambat utama dalam proses pembangunan daerah.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Karyawan Swasta Ditemukan Tak Bernyawa di Lorong Rumah Tangerang Selatan, Bermula dari Muncul Bau Tak Sedap
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Polda Jabar: Anggota Polisi yang Intimidasi Satpam di Bundaran HI Langgar Kode Etik akan Disanksi
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hari Anak Nasional, Pertagas Ajak Siswa Belajar Sejarah Jakarta di Luar Kelas
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Eks Jampidsus Febrie Merasa Dikriminalisasi Usai Ditetapkan Tersangka TPPU
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menpar Widiyanti: Pariwisata Indonesia Tak Lagi Jual Destinasi, tapi Pengalaman Wisata
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.