Koops TNI Habema Membantah Narasi Pengambilan Komputer di Kantor Bupati Intan Jaya, Video Viral Merupakan Rekaman Tahun 2021

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Komando Operasi (Koops) TNI Habema membantah narasi yang menyebut personelnya terlibat dalam aksi pengambilan komputer di Kantor Bupati Intan Jaya, Papua, sebagaimana video yang viral di media sosial, setelah hasil klarifikasi menyatakan rekaman tersebut merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 2021.

Koops TNI Habema bersama pihak terkait segera melakukan penelusuran dan verifikasi terhadap video yang beredar setelah unggahan tersebut muncul di sejumlah akun media sosial, salah satunya akun Instagram @kata_rakyat.

Wirya menegaskan, "Koops TNI Habema bersama pihak terkait segera melakukan penelusuran dan verifikasi. Berdasarkan hasil klarifikasi yang telah dilakukan, kami menegaskan bahwa narasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta."

Hasil Verifikasi Video Tahun 2021

Berdasarkan hasil klarifikasi, video yang ramai di media sosial merupakan dokumentasi peristiwa pada tahun 2021 saat Satgas Yonif 501/BY melaksanakan pemeriksaan keamanan di Kantor Bupati Intan Jaya.

Pemeriksaan keamanan dilakukan setelah personel satgas menerima laporan dari salah satu aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Intan Jaya.

Dalam video yang beredar terlihat personel TNI mendobrak pintu di salah satu ruangan Kantor Bupati Intan Jaya.

Wirya menjelaskan bahwa tindakan tersebut bukan dilakukan untuk mengambil komputer sebagaimana narasi yang beredar.

Ia mengungkapkan, "Pada saat itu, beberapa pintu ruangan dibuka karena tidak dapat diakses. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi bangunan serta mengamankan fasilitas perkantoran, bukan untuk melakukan tindakan melawan hukum sebagaimana narasi yang saat ini berkembang."

Peristiwa Tahun 2026 Masih Diselidiki Polisi

Wirya memastikan persoalan yang terjadi pada tahun 2021 telah diselesaikan melalui musyawarah oleh Danrem 173/PVB saat itu, Brigjen TNI Taufan Gestoro, bersama Bupati Intan Jaya saat itu, Natalis Tabuni.

Penyelesaian tersebut juga mencakup penanganan terhadap fasilitas perkantoran yang mengalami kerusakan.

Sementara itu, pada Jumat, 24 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya melaporkan adanya dugaan pembobolan dan pencurian di beberapa ruangan Kantor Bupati.

Koops TNI Habema menegaskan dugaan pembobolan dan pencurian pada tahun 2026 merupakan peristiwa yang berbeda dengan kejadian yang melibatkan personel TNI pada tahun 2021.

Kasus dugaan pembobolan dan pencurian yang terjadi pada tahun 2026 saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Intan Jaya.

Wirya menyatakan, "Dengan demikian, mengaitkan video dokumentasi tahun 2021 dengan dugaan tindak pidana pada tahun 2026 merupakan informasi yang tidak sesuai dengan hasil verifikasi yang telah kami lakukan."

Koops TNI Habema juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SMA Labschool Cirendeu Gelar Pensi Rendezvous 2026 di Istora Senayan, Kepala BPH: Ajang Ekspresi Anak Sekolah
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Peluang Deepal S05 Turun Harga Setelah Dilokalisasi
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Di Momentum KUII VIII, MUI dan Sharing Happiness Jalin Sinergi Perkuat Pemberdayaan Umat
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Cardi B Tegaskan Tak Mau Menjomblo Selamanya Usai Putus dari Stefon Diggs
• 8 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.