Chief Executive Officer (CEO) Changan Indonesia, Setiawan Surya angkat bicara perihal waktu memulai produksi berbasis lokal untuk produk anyar Deepal S05.
Menurutnya, perusahaan masih mendalami rencana perakitan lokal Deepal S05. Namun, dipastikan akan dilokalisasi di pabrik PT National Assemblers milik Indomobil Group.
“Iya (dirakit di National Assemblers), karena perakitan kita kan satu. Kapasitas kita maksimalkan di sana,” ujar Setiawan di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Lebih lanjut, migrasi produksi dari completely built up (CBU) menjadi completely knocked down (CKD) diharapkan mampu mengoreksi harga jual, lantaran skema pajak yang berbeda.
“Harusnya sih iya ya (turun harga). Karena kalau harganya sama ngapain di-CKD gitu kan. Ya pasti harus kalau lebih murah,” sambungnya.
Pada kesempatan serupa, Setiawan turut menuturkan tantangan menentukan harga. Ada sejumlah hal yang menjadi sorotan perusahaan guna memasang banderol yang sesuai.
“Nanti kita pelajari lagi (penurunan harga usai CKD). Karena hitungannya kan banyak. Komponen yang terlibat salah satunya kurs mata uang,” imbuh Setiawan.
Setiawan juga mengungkapkan bahwa mobil listrik pesaing BYD Atto 3 dan Geely EX5 ini masih didatangkan utuh alias CBU dari Thailand, baik untuk varian battery electric vehicle (BEV) maupun range extender electric vehicle REEV.
Changan Deepal S05 menjadi SUV EV perdana dengan opsi penggerak REEV. Varian ini bergerak menggunakan motor listrik berkekuatan 214 dk dan torsi 320 Nm, disertai mesin bensin 1.500 cc yang berfungsi hanya sebagai generator penyuplai energi listrik ke baterai.
Ketika baterai berkapasitas 27,28 kWh di Deepal S05 REEV penuh, mobil ini bisa melaju sejauh 170 kilometer (NEDC). Sementara, apabila tangki bensin dan listrik penuh, diklaim punya daya tempuh 1.100 kilometer.
Adapun versi BEV ditenagai baterai berkapasitas 56,12 kWh dengan kemampuan jelajah 470 kilometer (NEDC) satu kali cas penuh. Tenaga motor penggeraknya di angka 268 dk serta torsi 290 Nm.





