Bupati: infrastruktur jadi kunci majukan sentra durian dan sawit Kaur

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Bengkulu (ANTARA) - Bupati Kaur, Provinsi Bengkulu, Gusril Pausi, mengatakan pembangunan infrastruktur menuju sentra durian dan kelapa sawit Cawang Kidau di Desa Manau IX, Kecamatan Padang Guci Hulu, menjadi kunci sukses untuk memajukan produktivitas sektor perkebunan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan.

Bupati Kaur Gusril Pausi mengatakan dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu serta anggota DPR RI dan DPD RI asal Bengkulu diperlukan untuk mempercepat pembangunan akses jalan dan jembatan menuju kawasan sentra perkebunan tersebut.

"Hamparan perkebunan masyarakat yang memiliki nilai ekonomi sangat besar. Potensi ini harus kita dukung dengan pembangunan infrastruktur," kata dia di Kaur, Sabtu.

Gusril mengatakan keberhasilan budidaya durian premium menunjukkan Padang Guci Hulu memiliki potensi besar di Kabupaten Kaur bahkan Provinsi Bengkulu.

Namun, potensi itu belum didukung infrastruktur yang memadai. Hasil panen masyarakat umumnya diangkut secara bertahap menggunakan sepeda motor karena kondisi jalan belum memadai dan akses masih bergantung pada jembatan gantung.

Artinya, kendaraan roda empat yang mampu mengangkut hasil panen dalam skala besar tidak dapat berlangsung cepat dan mudah. Terlebih kawasan hanya dapat dilintasi mobil berpenggerak empat roda (4WD) atau truk.

Kendaraan juga harus menyeberangi Sungai Air Padang Guci karena belum tersedia jembatan permanen. Menurut dia, saat debit sungai meningkat kendaraan kecil tidak dapat melintas sehingga distribusi hasil perkebunan kerap terhambat.

Selain menjadi kawasan pengembangan durian premium, Cawang Kidau juga merupakan salah satu sentra durian lokal terbesar di Kabupaten Kaur. Setiap musim panen, kawasan itu menghasilkan ratusan ton durian yang dipasarkan ke berbagai daerah.

Gusril mengatakan kawasan tersebut juga memiliki potensi perkebunan kelapa sawit. Setiap bulan, ratusan ton tandan buah segar (TBS) sawit dari perkebunan masyarakat dikirim ke pabrik pengolahan sehingga menjadi salah satu penopang perekonomian warga.

Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan bersinergi memperjuangkan pembangunan jalan dan jembatan menuju kawasan perkebunan tersebut.

"Kalau hanya mengandalkan kemampuan keuangan daerah, tentu akan sangat sulit, apalagi di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini," kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PHE Pacu Energi Nasional Lewat Kolaborasi Global dan Akuisisi Wilayah Kerja Baru
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Ferdy Rizky Adilya Resmi Jadi Ketua Umum IKA HIPMI STHB Periode 2025–2030
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Antologi Fest 2026 Kediri Siap Digelar, Hadirkan FSTVLST hingga The Kick di Tirtayasa Park
• 7 jam laluberitajatim.com
thumb
Potret Wakapolri Cek Kaporlap Cabhatar Akpol 2026
• 4 jam laludetik.com
thumb
Unggahan Liburan Meghan Markle Tuai Kontroversi, Warganet Sebut Tak Hormati Putri Diana
• 10 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.