Heboh! Satpam Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Usut Penyebabnya

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Purwakarta, VIVA – Misteri kematian seorang petugas keamanan (satpam) di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tengah diusut polisi.

Korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi kedua tangannya terborgol ke belakang.

Baca Juga :
Bukan Diminta Sujud, Satpam Bundaran HI Ini Ceritakan Kejadian Sebenarnya hingga Dirinya Bersujud
Polda Jabar Minta Maaf Atas Ulah Tiga Anggotanya yang Cekcok dengan Satpam di Bundaran HI

Peristiwa itu terjadi di kawasan Tanggul Kayat, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, pada Jumat pagi, 24 Juli 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Penemuan jenazah tersebut sempat menggegerkan warga sekitar.

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang petugas keamanan yang kemudian melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Hendra Rochmawan, mengatakan korban diketahui bekerja sebagai satpam. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat dicari rekan-rekannya karena sejak dini hari tidak dapat dihubungi.

Saat ditemukan, kondisi korban menjadi perhatian penyidik lantaran berada dalam posisi telungkup dengan kedua tangan terborgol.

"Kedua tangan korban terborgol ke belakang," kata Hendra kepada wartawan dikutip Minggu, 26 Juli 2026.

Temuan itu langsung ditindaklanjuti polisi dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti, meminta keterangan saksi, serta membawa jenazah ke rumah sakit untuk menjalani autopsi.

Menurut Hendra, hingga kini penyidik Polres Purwakarta masih bekerja mengungkap penyebab pasti kematian korban. Seluruh kemungkinan masih didalami, termasuk melalui pemeriksaan saksi dan analisis rekaman kamera pengawas atau CCTV.

"Penyidik masih melakukan serangkaian penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan barang bukti, menganalisis rekaman CCTV, serta menunggu hasil autopsi," katanya.

Polda Jawa Barat meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait peristiwa tersebut. Kepolisian menegaskan seluruh proses penyelidikan dilakukan berdasarkan alat bukti dan hasil pemeriksaan ilmiah.

Polisi juga memastikan perkembangan penanganan kasus akan disampaikan kepada publik setelah penyidik memperoleh fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :
Satpam yang Cekcok dengan Sopir Alphard Mengaku Sudah Memaafkan dan Tidak Ada Dendam
Satpam yang Cekcok dengan Oknum Polisi Ungkap Momen Menangis, Takut Dilaporkan hingga Dipecat
Tiga Anggota Polda Jabar yang Cekcok dengan Satpam di Bundaran HI Bakal Dipatsus-Sidang Etik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aturan Baru KDM: Subsidi Sekolah di Jabar Kini Syaratkan Pengelolaan Sampah
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Karakter Kartun Crayon Shincan Nostalgia Kenangan Masa Kecil Masyarakat Indonesia
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
15.000 Mangrove Ditanam di Bali, Konservasi Berbasis Masyarakat Terus Dikembangkan
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Bambang Pamungkas Soroti Beckham Putra dan Rayhan Hannan Jelang Piala AFF 2026
• 4 jam lalubola.com
thumb
Kemenkop Gandeng MES dan DMI Kembangkan Koperasi Berbasis Masjid untuk Ekonomi Umat
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.