HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Belasan kader Posyandu dan puluhan ibu balita di Kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, mengikuti pelatihan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Dr. Dwi Cahya Rahmadiyah, menjelaskan bahwa pelatihan menyasar Posyandu Kangguru B yang melayani 97 balita di RW 19, serta Kelompok Ibu Balita RW 19 yang beranggotakan 20 ibu dengan anak usia 0–5 tahun. Sebanyak 15 kader Posyandu bersama puluhan ibu balita mengikuti pelatihan tersebut.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dan orang tua dalam melindungi kesehatan balita saat terjadi banjir,” ucapnya.
Dijelaskan bahwa, kawasan Kampung Lio yang berada di bantaran Situ Rawa Besar tercatat mengalami banjir 2–3 kali per tahun dengan ketinggian genangan 50–120 cm. Data yang diperoleh mencatat kasus penyakit pada balita naik hingga 250 persen dalam dua minggu pascabanjir, didominasi diare, infeksi saluran pernapasan akut, dan penyakit kulit.
Padahal, survei awal tim menunjukkan sebagian besar kader belum pernah mendapat pelatihan khusus penanganan kesehatan balita saat bencana, sementara mayoritas ibu balita masih minim pengetahuan penanganan darurat.
“Program dirancang berbasis ketahanan keluarga agar kader dan orang tua balita mampu bertindak cepat sejak fase pra-bencana hingga pascabencana. kami ingin memastikan balita, sebagai kelompok paling rentan, tetap terlindungi kesehatannya meski akses ke layanan kesehatan terputus saat banjir” paparnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa, selain pelatihan tatap muka berupa deteksi dini masalah kesehatan balita, praktik sanitasi darurat, dan simulasi penanganan kasus, tim juga memperkenalkan aplikasi berbasis website bernama SIMPEL BALITA (Sistem Mitigasi dan Perlindungan Balita).
“Aplikasi ini menyediakan peta wilayah rawan banjir, basis data ibu dan balita berisiko, layanan pencatatan tumbuh kembang digital, serta panduan dan prosedur standar kesiapsiagaan bencana yang dapat diakses melalui telepon genggam,” bebernya.
Dikatakan juga bahwa, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, yang didanai pada tahun anggaran 2026 melalui hibah PMM BIMA di bawah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang berlangsung pada 18–19 Juli 2026.
Ia juga menambahkan bahwa, tim ini terdiri dari dua dosen yaitu Astuti Yuni Nursasi dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Sakinah Zubair selaku mitra lintas institusi dari Universitas Negeri Makassar dan empat mahasiswa akan melanjutkan pendampingan selama enam bulan ke depan.
“Termasuk kunjungan rumah rutin dan advokasi keberlanjutan program bersama pihak kelurahan, PKK, dan Puskesmas Pancoran Mas,” tambahnya. (fit)





