Anak usia dini merupakan individu yang berbeda pada rentang usia 0-6 tahun. Masa ini sering disebut sebagai golden age karena pada periode tersebut terjadi perkembangan yang sangat pesat, baik dari aspek fisik, kognitif, sosial-emosional, maupun bahasa.Perkembangan Bahasa menjadi salah satu aspek yang sangat penting karena Bahasa merupakan alat utama anak dalam berkomunikasi, mengekspresikan perasaan, memahami lingkungan, serta membangun hubungan sosial.
Perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk pada anak usia dini. Saat ini penggunaan gawai seperti telepon pintar (HP), tablet, dan perangkat digital lainnya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang memberikan gawai kepada anak sebagai media hiburan atau agar anak tetap tenang Ketika orang tua sedang bekerja atau melakukan aktivitas lainnya.
Di sisi lain, penggunaan gawai yang berlebihan dapat memberikan dampak negative terhadap perkembangan anak. Salah satu dampak yang sering ditemukan adalah keterlambatan perkembangan Bahasa.
Anak yang terlalu lama menggunakan gawai cenderung memiliki kesempatan yang lebih sedikit untuk berinteraksi secara langsung dengan orang tua maupun teman sebaya. Padahal interaksi sosial merupakan factor utama dalam perkembangan kemampuan berbahasa.
Berdasarkan kondisi tersebut, perlu dilakukan pembahasan mengenai pengaruh penggunaan gawai yang berlebihan terhadap keterlambatan perkembangan Bahasa pada anak usia dini agar orang tua dan pendidik memahami pentingnya penggunaan gawai secara bijaksana.
1. Pengertian GawaiGawai merupakan perangkat elektronik yang dirancang untuk memudahkan aktivitas manusia, seperti berkomunikasi, memperoleh informasi, belajar, maupun hiburan. Saat ini gawai telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
Pada anak usia dini, penggunaan gawai sebenarnya dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara tepat, misalnya untuk menonton video edukatif, mendengarkan cerita, atau bermain permainan yang edukatif.Namun penggunaan tanpa pengawasan dan dalam waktu yang lama dapat menimbulkan berbagai dampak negatif.
2. Perkembangan Bahasa Anak Usia DiniPerkembangan Bahasa adalah proses bertambahnya kemampuan anak dalam memahami dan menggunakan Bahasa sebagai alat komunikasi. Kemampuan tersebut meliputi menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
Pada usia dini, perkembangan Bahasa dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:
Interaksi dengan orang tua.
Lingkungan keluarga.
Lingkungan sekolah.
Pengalaman bermain.
Stimulasi yang diberikan sejak dini.
Semakin anak sering diajak berbicara, berdiskusi, mendengarkan cerita, dan bermain Bersama, maka kemampuan bahasanya akan berkembang secara baik.
3. Dampak Penggunaan Gawai Berlebihan terhadap Perkembangan BahasaPenggunaan gawai yang terlalu lama menyebabkan anak lebih banyak penerima informasi secara pasif dibandingkan melakukan komunikasi dua arah.
Beberapa dampaknya antara lain:
a. Berkurangnya interaksi sosial
Anak lebih fokus pada layar dibandingkan berbicara dengan orang lain sehingga kesempatan sehingga kesempatan belajar kosakata menjadi berkurang.
b. Keterlambatan berbicara
Anak yang terlalu sering bermain gawai dapat mengalami keterlambatan mengucapkan kata maupun menyusun kalimat.
c. Kosakata terbatas
Kurangnya komunikasi langsung menyebabkan perbendaharaan kata anak berkembang lebih lambat.
d. Sulit berkonsentrasi
Paparan video yang berganti dengan cepat membuat anak sulit fokus ketika mendengarkan penjelasan guru atau orang tua.
e. Menurunnya kemampuan berkomunikasi
Anak menjadi kurang percaya diri saat berbicara dengan orang lain karena terbiasa berinteraksi dengan layer.
4. Faktor Penyebab Penggunaan Gawai BerlebihanBeberapa penyebab antara lain :
• Kurangnya pengawasan orang tua.
• Orang tua menggunakan gawai sebagai pengasuh.
• Mudahnya akses internet.
• Pengaruh lingkungan.
• Kurangnya aktivitas bermain di luar rumah.
5. Upaya Mengatasi Dampak Penggunaan GawaiBeberapa Langkah yang dapat dilakukan antara lain :
• Membatasi durasi penggunaan gawai sesuai usia anak.
• Mengajak anak bermain secara langsung.
• Membacakan buku cerita setiap hari.
• Mengajak anak berdiskusi dan bercerita.
• Memilih konten edukatif.
• Memberikan teladan penggunaan gawai yang baik.
• Melibatkan anak dalam aktivitas keluarga sehingga komunikasi meningkat.
Peran orang tua sangat penting dalam memberikan stimulasi Bahasa. Anak belajar berbicara melalui interaksi yang hangat dengan keluarga, bukan hanya dari media digital.
PENUTUPKesimpulanPenggunaan gawai telah memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Namun penggunaan yang berlebihan pada anak usia dini dapat menghambat perkembangan Bahasa karena mengurangi kesempatan anak berinteraksi secara langsung dengan orang lain.
Perkembangan Bahasa memerlukan komunikasi aktif, stimulasi yang tepat, dan lingkungan yang mendukung. Oleh karena itu, orang tua dan guru perlu bekerja sama dalam mengatur penggunaan gawai agar anak tetap memperoleh kesempatan untuk belajar berbicara, mendengarkan, dan berkomunikasi secara optimal.
SaranOrang tua hendaknya membatasi penggunaan gawai sesuai usia anak, mendampingi anak saat menggunakan media digital, serta memperbanyak kegiatan yang merangsang perkembangan bahasa seperti membaca buku, bercerita, bernyanyi, dan bermain bersama. Guru juga diharapkan memberikan pembelajaran yang interaktif sehingga kemampuan bahasa anak dapat berkembang secara maksimal.
Daftar PustakaDaftar ini disusun dalam format APA 7
1. Melati,P., & Mashudi,E.A. (2021) Penggaruh penggunaan gawai terhadap perkembangan bahasa anak usia dini 4-6 tahun. Al-Abyadh,4(2), 89-94.
https://doi.org/10.46781/al-abyadh.v4i2.361
2. Agustin, K. T.,& Immanuel,A. S. (2024).
Literature review: Penggunaan gawai bagi perkembangan anak usia dini. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(3).
https://doi.org/10.31004/jrpp.v7i328478





