HARIAN.FAJAR.CO.ID, TEPI BARAT—Amerika Serikat (AS) mengutuk kekerasan yang terjadi di Tepi Barat yang diduduki Israel, kata Departemen Luar Negeri.
“Kami mengutuk kekerasan oleh pihak mana pun di Tepi Barat,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri kepada Anadolu ketika ditanya tentang peningkatan serangan Israel di seluruh Tepi Barat yang diduduki dan perintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk “operasi militer skala besar” di desa-desa Palestina.
“Kami secara teratur berdialog dengan mitra tentang peningkatan stabilitas dan keamanan di Tepi Barat,” kata juru bicara itu dikutip dari TRT World.
“Tepi Barat yang stabil menjaga keamanan Israel dan sejalan dengan tujuan pemerintahan ini untuk mencapai perdamaian di kawasan ini,” tambah juru bicara itu.
Pada hari Sabtu, pemukim ilegal Israel menyerbu kota Tell di Tepi Barat utara yang diduduki untuk hari kedua berturut-turut, memasang struktur bergerak dan meratakan lahan.
Invasi tersebut terjadi sehari setelah pemukim ilegal Israel, yang dilindungi oleh pasukan Israel, menyerang kota Tell dekat Nablus di Tepi Barat utara, menewaskan empat warga Palestina dan melukai empat lainnya, menurut sumber-sumber Palestina.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pembunuhan tersebut meningkatkan jumlah warga Palestina yang tewas oleh pasukan Israel dan pemukim ilegal di seluruh Tepi Barat yang diduduki sejak awal tahun 2026 menjadi 86 orang, termasuk 65 orang yang tewas oleh pasukan Israel dan 21 orang oleh pemukim ilegal.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk “pembantaian dan kejahatan teroris yang dilakukan oleh milisi pendudukan, bekerja sama dengan pasukan pendudukan Israel”.
Dikatakan bahwa serangan tersebut mencerminkan “integrasi kejahatan dan peran” antara pasukan Israel dan pemukim ilegal Israel dan mendesak komunitas internasional untuk mengambil “langkah-langkah praktis dan segera” untuk menghentikan serangan dan memberikan perlindungan internasional bagi warga Palestina.
Sejak dimulainya genosida Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023, tentara Israel dan pemukim ilegal telah mengintensifkan serangan terhadap warga Palestina dan harta benda mereka di Tepi Barat yang diduduki, menewaskan sedikitnya 1.185 orang dan melukai 3.816 lainnya, menurut angka resmi Palestina. (amr)




