Zelenskyy Tuding Rusia Gandeng Korea Utara Tambah Kekuatan Perang

kompas.tv
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPASTV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim Rusia tengah mempersiapkan pengerahan pasukan baru untuk melanjutkan perang di Ukraina, termasuk dengan menerima sekitar 30 ribu tentara dari Korea Utara.

Dalam pernyataannya pada Sabtu (25/7/2026), Zelenskyy mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin sedang bersiap mengirim lebih banyak warga Rusia ke medan perang.

"Rusia ingin menerima tambahan sekitar 30.000 pasukan dari Korea Utara. Persiapan untuk menerima mereka telah dilakukan di wilayah Voronezh sejak Juni," ujar Zelenskyy dilansir dari Ukrainian Presidential Office Handout/AP.

Menurutnya, Ukraina bersama negara-negara mitra harus meningkatkan tekanan terhadap Moskow agar Rusia memilih mengakhiri agresi dibanding melakukan mobilisasi militer baru.

Zelenskyy juga menyebut serangan jarak jauh Ukraina terus menghantam wilayah Rusia.

Ia mengklaim fasilitas minyak Rusia di sejumlah daerah, termasuk Tyumen yang berjarak sekitar 2.000 kilometer dari Ukraina, menjadi sasaran serangan drone.

Dalam kesempatan yang sama, Zelenskyy turut menuduh Rusia membantu Iran dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Lintang

Penulis : Yuilyana

Sumber : Kompas TV

Tag
  • rusai
  • ukraina
  • korea utara
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Media: Kapal Arab Saudi rusak ringan akibat serangan di Laut Merah
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Harga Emas Dunia Turun ke USD 4.050 per Troy Ons
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Travel Terkenal Tipu Jemaah Haji RI, Disuruh Kerja Paksa di Perkebunan
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Link Live Streaming Timnas Voli Putri Indonesia vs Korea Selatan Hari Ini Mulai Jam 13.00 WIB
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Pengamat soal hoaks terhadap institusi: Publik harus cek kebenarannya
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.