SURABAYA, iNews.id – Manajemen Kebun Binatang Surabaya (KBS) membantah narasi di media sosial yang menyebut satwa di KBS dalam kondisi kurus dan tak terawat pascapenangkapan mantan Direktur Utama Choirul Anwar. Foto-foto memprihatinkan yang beredar di medsos dipastikan merupakan dokumentasi lama.
Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur resmi menetapkan mantan Dirut PD Taman Satwa KBS periode 2016–2024 berinisial CA (Choirul Anwar) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pakan hewan fiktif. Penangkapan tersebut memicu isu liar bahwa hewan-hewan di KBS terlantar akibat dana pakan yang dikorupsi.
Kasi Humas KBS, Lintang Ratri mengatakan, foto-foto hewan kurus yang beredar luas di media sosial bukanlah kondisi riil saat ini. Gambar tersebut merupakan dokumentasi lama sebelum KBS dikelola sepenuhnya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
"Yang beredar di medsos itu bukan kondisi sekarang, melainkan gambar lama sebelum KBS dikelola Pemkot Surabaya. Saat ini seluruh satwa dalam kondisi sehat dan terawat," ujar Lintang Ratri, Minggu (26/7/2026).
Baca Juga:Polres Lombok Tengah Naik Status Jadi Polresta, Mandalika Jadi PerhatianMengenai pakan, Lintang memastikan pemenuhan gizi seluruh koleksi satwa tetap diberikan secara rutin sesuai standar dan kebutuhan masing-masing karakter hewan.
Kasus dugaan korupsi pengadaan pakan fiktif ini terbongkar berawal dari laporan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Tim Penyidik Pidana Khusus Kejati Jatim kemudian melakukan penyelidikan serta penyidikan mendalam hingga menetapkan CA sebagai tersangka.
Saat ini, tersangka CA telah ditahan di Rutan Kejati Jatim untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak manajemen menegaskan bahwa proses hukum yang menimpa mantan pimpinan tersebut tidak mengganggu operasional harian, kualitas perawatan satwa, maupun jumlah kunjungan wisatawan ke KBS.
#jatim




