JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah nama diisukan maju dalam Muktamar ke-35 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jombang, Jawa Timur.
Merespons hal tersebut, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menyerahkan proses pemilihan kepada peserta muktamar.
"Ya tentu kita serahkan sepenuhnya kepada peserta muktamar," kata Cak Imin di Kompleks Gelora Bung Karno, Minggu (26/7/2026).
Baca juga: 3 Gus Jateng Diisukan Bakal Maju di Bursa Calon Ketum PBNU, Siapa Saja Mereka?
Kendati demikian, Cak Imin menekankan pentingnya menjaga NU dari praktik-praktik politik uang dalam kegiatan Muktamar PBNU
"Yang penting mari kita bongkar kalau ada yang pakai uang, mari kita murnikan kembali NU," ujarnya.
Baca juga: Ijtima Ulama, PKB Sebut Nama Said Aqil Siradj Dijagokan jadi Calon Rais Aam PBNU
Sebelumnya Nama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2021 Said Aqil Siradj diusulkan ulama sebagai calon Rais Aam dalam Ijtima Ulama yang digelar di Hotel Fairmont, Kamis (23/7/2026) sore.
"Di forum nama Kiai Said menggema sebagai calon Rais Aam" kata Wakil Sekretaris Dewan Syura Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq kepada Kompas.com, Jumat (24/7/2026).
Baca juga: Dorongan Pembenahan Kepempimpinan PBNU Jelang Muktamar di Jombang
Tidak hanya itu, di forum tersebut para ulama juga menyampaikan sejumlah nama yang dinilai layak pimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut, antara lain Marzuki Mustamar, Muhammad Yusuf Chudlori, Abdussalam, Abdul Ghaffar Rozien, dan Imam Jazuli.
"Untuk ketua PBNU banyak nama: Marzuki Mustamar, Gus Yusuf, Gus Salam, Gus Rozien dan Imam Jazuli," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang