Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) menyatakan menunda sementara meningkatkan operasi militer secara besar-besaran terhadap Iran. Keputusan itu diambil karena muncul kekhawatiran mengenai menipisnya stok rudal pertahanan udara AS.
Mengutip laporan The New York Times, Sabtu (25/7/2026), keputusan tersebut diambil setelah Trump menggelar pertemuan bersama para penasihat senior dan pejabat kabinet pada, Jumat (24/7/2026).
Pejabat militer memperingatkan bahwa operasi tempur besar dapat menguras rudal pencegat Patriot dan persenjataan lain yang dibutuhkan untuk melindungi pasukan serta pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.
Pemerintahan Trump juga khawatir peningkatan serangan akan memicu balasan Iran yang lebih besar, merenggangkan hubungan dengan negara-negara Teluk, serta memperburuk krisis energi dan pengungsi global.
“Jenderal Dan Caine Ketua Kepala Staf Gabungan AS dilaporkan menyampaikan bahwa operasi besar secara teknis dapat dilakukan. Namun, langkah itu akan mengurangi secara drastis persediaan amunisi pertahanan udara milik Komando Pusat AS,” kata laporan itu.
Kekhawatiran semakin meningkat setelah tiga tentara AS di Yordania meninggal akibat rudal balistik Iran yang berhasil menembus sistem pertahanan dalam serangan gabungan rudal dan drone.
Pentagon disebut telah menggunakan lebih dari 1.200 rudal pencegat Patriot selama konflik. Berdasarkan perkiraan internal dan keterangan pejabat Kongres, jumlah persediaan yang tersisa kini berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.
Sebelumnya, Trump mempertimbangkan kampanye pengeboman bertahap terhadap radar pantai Iran, peluncur rudal antikapal, kapal serang, dan sejumlah fasilitas yang dikaitkan dengan serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.
Serangan tambahan terhadap fasilitas energi, jembatan kereta api yang digunakan untuk mengangkut kebutuhan militer, serta lokasi nuklir Iran juga masuk dalam pertimbangan.
Pentagon bahkan telah memindahkan lebih banyak pasukan, senjata, dan logistik ke kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir sebagai persiapan menghadapi kemungkinan eskalasi.
Namun, sejumlah pejabat meragukan bahwa serangan yang lebih luas dapat mendorong Teheran kembali ke meja perundingan. Mereka memperingatkan serangan lanjutan justru berpotensi memperkuat persatuan di dalam negeri Iran.
Para penasihat Trump kemudian mendorong pemerintah untuk melanjutkan perundingan, mempertahankan blokade laut, serta meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran dalam jangka waktu lebih panjang. (bil/iss)




