Pelaksanaan Festival Kali Pasir 2026 yang dihelat di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Jalan Sekolah Seni, Jakarta Pusat pada 24-25 Juli 2026 sukses menyedot animo ribuan pengunjung.
Rektor Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Prof Dr Syamsul Maarif mengatakan, dalam penyelenggaraan festival untuk kali kedua tersebut dilakukan kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya kelurahan di sekitar IKJ yakni, Kelurahan Cikini, Kwitang, Kebon Sirih, dan Kenari.
"Kami bersyukur seluruh rangakaian berjalan dengan lancar. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, civitas akademik IKJ dan seluruh stakeholder yang terlibat mendukung Festival Kali Pasir 2026," kata Syamsul, Minggu (26/7/2026).
Baca juga: IKJ Siap Wujudkan Jakarta Jadi Kota Sinema
Baca Juga:Profil AKBP Supriyanto, Eks Kapolres PPU yang Didapuk Pimpin Polresta IKNSyamsul menjelaskan, Festival Kali Pasir tidak hanya menjadi tempat bertemunya masyarakat, tapi juga menjadi ruang kreatif. Melalui kegiatan ini, warga di sekitar IKJ, termasuk para generasi mudah diajak untuk ikut ambil bagian mementaskan atau menampilkan karya-karyanya."Festival ini menjadi ruang kolaborasi seni, budaya, dan pendidikan. Semoga Festival Kali Pasir dapat menjadi agenda yang terus dilaksanakan dan berkembang karena juga sudah terdaftar di HAKI. Saya juga ingin wilayah binaan bisa tampil maksimal tahun depan dalam momentum lima abad Jakarta," terangnya.
Ia menyampaikan apeesiasi tinggi dan terima kasih kepada seluruh panitia dan OPD Pemprov DKI Jakarta, PMI DKI DKI Jakarta, serta pihak kepolisian yang sudah memberikan dukungan luar biasa. "Semoga ke depan kegiatan ini semakin inklusif kreatif dan memberikan manfaat nyata untuk masyarakat," ungkapnya.
Lihat video: Doel Janji Kembalikan Taman Ismail Marzuki untuk SenimanAktor dan sutradara kenamaan, Slamet Rahardjo Djarot menyebut, ide kreatif dan pelaksanaan Festival Kali Pasir sangat luar biasa. "Melalui kegiatan ini sebetulnya ada pesan besar untuk memperhatikan dan mencintai lingkungan," imbuhnya.
Baca Juga:Bareskrim Tetapkan 4 WNI Sebagai Tersangka Sindikat Judol Hayam WurukKetua Dewan Pengawas Yayasan Srni Budaya Jakarta ini menginginkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bisa terus memberi perhatian terhadap penyelenggaraan Festival Kali Pasir sebagai wadah ekonomi kreatif dan upaya melestarikan seni budaya. "Ini sangat penting, terutama agar para generasi muda dan para seniman bisa terpacu untuk terus berkarya," jelasnya.
Membacakan sambutan Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Kota Jakarta Pusat, Nurhidayat menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) setempat mendukung Festival Kali Pasir sebagai agenda rutin setiap tahun."Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi kampus, Yayasan Seni Budaya Jakarta, Pemprov DKI Jakarta, dan masyarakat untuk mewujudkan visi kita menuju lima abad Jakarta dan kota global yang berbudaya," bebernya.
Ketua Panitia Festival Kali Pasir, Ivan Darma Putra atau akrab disapa Ivan Banditos menuturkan, event seni budaya selama dua hari berlangsung sukses, minat masyarakat cukup tinggi menyaksikan penampilan para seniman. "Persiapan kami hanya tiga minggu, namun kolaborasi dari IKJ , jajaran Pemprov DKI, dan dukungan dunia swasta, alhamdulillah event ini berlangsung lancar dan sukses," pungkasnya.
Baca Juga:KSP Dudung Sebut Perbuatan Taufik Hidayat di luar batas kemanusiaan, Layak Dihukum BeratUntuk diketahui, Berbagai penampil turut memeriahkan festival, di antaranya Morfem, The Adams, Sisitipsi, Indische Party, Kebunku, Jagad Pantomime, Boogie Dance, Yola Dance, dongeng PM Toh, bedah buku karya Seno Gumira Ajidarma dan Beng Rahadian, serta pertunjukan lenong hasil kolaborasi mahasiswa IKJ dan warga Kali Pasir.Festival yang berlangsung selama dua hari tersebut terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang seni yang inklusif sekaligus memperkuat kolaborasi antara kampus, masyarakat, pemerintah, dan pelaku ekonomi kreatif.
#daerah




