Jakarta: Musik bisa menjadi salah satu alat mengenalkan bangsa Indonesia di panggung internasional. Para musisi Indonesia pun didorong berani go international.
Hal ini disampaikan Ketua Umum Ikatan Alumni SMA 37 Jakarta (Ikasman 37) Komjen (Purn) Boy Rafli Amar jelang keberangkatan grup musik Kirribilly menuju International Beatleweek 2026 di Liverpool, Inggris, pada Agustus mendatang. Menurut Boy, penampilan Kirribilly di Liverpool bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi membawa misi memperkenalkan Indonesia di tingkat internasional.
"Ini bukan sekadar tampil memainkan musik, tetapi juga membawa misi sebagai duta musik Indonesia yang akan mengharumkan nama bangsa di dunia internasional. Musisi Indonesia harus Go International," ujar Boy dalam keterangan tertulis, Minggu, 26 Juli 2026.
Baca Juga :
Naykilla Spill 2 Lagu Unreleased di Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2026"Ikasman 37 sebagai bagian dari civil society sangat terdorong menjadi bagian entitas yang ikut aktif membangun narasi pentingnya mewujudkan semangat hidup harmoni di tengah keberagaman bangsa Indonesia dari aspek suku, agama, ras, dan budaya," ungkapnya.
Mantan Kepala BNPT itu menilai musik merupakan bahasa universal yang dapat membangun persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat dunia.
"Ikasman 37 ikut bersyukur dan bangga ada anggotanya, Biwodowidito ‘Dikky’ Witoradyo, yang tergabung dalam Kirribilly dan telah diundang ke Liverpool untuk tampil dalam International Beatleweek 2026," ujarnya.
Ilustrasi. Istimewa.
Humas Ikasman 37 Debie Dahlia mengatakan dukungan kepada Kirribilly merupakan bentuk kontribusi organisasi alumni terhadap prestasi anak bangsa.
"Kami ingin momentum ini menjadi inspirasi bahwa karya anak bangsa mampu bersaing, diterima, dan dihargai di panggung dunia," kata Debie.
Ikasman 37 merupakan organisasi wadah alumni SMA 37 Jakarta. Para alumninya kini berkiprah di berbagai bidang, antara lain Staf Ahli BKPM Iwan Suryana, Kepala Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan Kemhan RI Laksda TNI Supo Dwi Diantara, Anggota DPRD DKI Jakarta Nova Paloh, Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio, serta pakar teknologi Abdul Satar.
Sejumlah tokoh publik dan pesohor juga tercatat sebagai alumni SMA 37, di antaranya Dian Prama Putra, Hendri Satrio, Supo Dwi Diantara, Endhita, Indra Birowo, Abdul Satar, Krisna Mukti, hingga Bayu Setiono.




