Menteri KKP Tegaskan Rehabilitasi Mangrove Harus Dukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Pesisir

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan rehabilitasi mangrove harus mampu memulihkan fungsi ekologis ekosistem pesisir sekaligus menopang ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.

Rehabilitasi Mangrove Harus Berbasis Ekologis

Trenggono menyampaikan mangrove memiliki peran strategis sebagai pelindung wilayah pesisir, habitat pembesaran biota laut, penyerap karbon biru, serta penopang mata pencaharian masyarakat pesisir saat menghadiri puncak Hari Mangrove Sedunia di Denpasar, Bali, Minggu.

Ia mengungkapkan, "Rehabilitasi mangrove tidak boleh berhenti pada kegiatan penanaman semata, tetapi harus dilakukan berbasis kesesuaian ekologis agar fungsi ekosistem benar-benar pulih."

Menurut Trenggono, meningkatnya populasi dunia yang diperkirakan mendekati 10 miliar jiwa pada 2050, termasuk sekitar 320 juta penduduk Indonesia, akan meningkatkan kebutuhan pangan dan protein sehingga Indonesia memiliki posisi penting sebagai salah satu produsen perikanan dunia.

Ia menyebut potensi tersebut menghadapi ancaman serius karena Indonesia kehilangan sekitar 40 persen kawasan mangrove dalam tiga dekade terakhir dengan laju kerusakan mencapai sekitar 52 ribu hektare per tahun, sementara sekitar 19,2 persen mangrove nasional berada dalam kondisi kritis.

Ekonomi Biru Jadi Strategi Pengelolaan Pesisir

Trenggono menjelaskan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengembangkan kebijakan ekonomi biru melalui perluasan kawasan konservasi laut hingga target 97,5 juta hektare pada 2045, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan budi daya berkelanjutan, penguatan pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil, serta pengurangan sampah plastik di laut melalui partisipasi masyarakat.

Salah satu program prioritas KKP periode 2025-2029 adalah revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa yang mengintegrasikan restorasi mangrove dengan pengembangan kawasan budi daya perikanan.

Program tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 800 ribu ton produksi per tahun dengan nilai ekonomi mencapai Rp20 triliun serta menciptakan sekitar 83 ribu lapangan kerja.

Trenggono menegaskan keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak diukur dari jumlah pohon yang ditanam, melainkan dari pulihnya fungsi ekologis dan meningkatnya manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi melalui kebijakan terpadu, pemanfaatan ilmu pengetahuan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan pendanaan, pengawasan, dan edukasi untuk menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Geger Kasus HIV Melonjak di Wilayah RI, Begini Penjelasan Kemenkes
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tak Permasalahkan Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi, DPR: Yang Penting Pantau Pascapenahanan
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Mengapa Saya Berhenti Mengejar Semua Teknologi Saat Kuliah Sistem Informasi
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
BKPM Dorong Pengembangan KEK Samota di Sumbawa, Jadi Magnet Investasi Baru
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Dukcapil Percepat Data Penduduk di Nabire, Sasar 10 Ribu Warga
• 13 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.