Mengapa LeBron James memilih Philadelphia 76ers?

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - LeBron James akhirnya memilih Philadelphia 76ers sebagai tujuan berikutnya, mengakhiri hampir sebulan spekulasi mengenai masa depan pemain dengan catatan skor terbanyak sepanjang sejarah NBA tersebut.

Keputusan ini menjadi titik akhir dari ketegangan yang menyelimuti dunia basket sejak ia memberi tahu Los Angeles Lakers pada 30 Juni bahwa ia akan bermain untuk tim lain musim depan.

Selama periode penantian itu, nama James sempat dikaitkan dengan berbagai kandidat kuat seperti Golden State Warriors, Miami Heat, dan Cleveland Cavaliers. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai opsi yang ada, ia secara resmi menentukan pilihannya pada Jumat (24/7) waktu setempat dengan menetapkan Philadelphia sebagai babak baru dalam kariernya.

Pilihan itu sekaligus menegaskan arah baru karier James pada usia 41 tahun. Ia tidak lagi sekadar mencari klub yang mampu memberinya panggung besar atau kesempatan bereuni dengan pemain yang sudah dikenalnya. Fokus utamanya adalah menemukan situasi yang paling memungkinkan untuk menambah satu cincin juara lagi. Dalam konteks itu, Philadelphia datang dengan paket yang sulit diabaikan.

Philly telah lebih dulu mengambil langkah besar pada musim panas dengan menukar Paul George dan sejumlah pilihan draft kepada Boston Celtics demi mendapatkan Jaylen Brown. Kedatangan James kemudian membuat Philadelphia memiliki empat pemain dengan kapasitas All-NBA ketika berada dalam kondisi bugar, yakni James, Brown, Joel Embiid, dan Tyrese Maxey. VJ Edgecombe, yang baru menjalani musim rookie, juga menunjukkan potensi untuk menjadi pemain utama setelah jeda All-Star.

Komposisi tersebut menjelaskan mengapa Philadelphia menjadi pilihan James. Selain menawarkan nama-nama besar, manajemen klub juga membangun tim yang secara teoritis memiliki cukup banyak pemain untuk bersaing memperebutkan gelar.

Bob Myers, presiden Harris Blitzer Sports & Entertainment yang menaungi 76ers, bahkan menyampaikan langsung argumen tersebut dalam proses pendekatan kepada James. Dalam podcast "Game Over" milik Rich Paul, pemimpin agensi Klutch Sports Group yang menaungi LeBron, Myers mengatakan bahwa dirinya percaya Philadelphia merupakan tempat terbaik bagi James untuk memenangkan gelar.

Pendekatan itu kemudian diperkuat oleh para pemain. Maxey, Brown, dan Embiid bersama-sama berusaha meyakinkan James untuk memilih Philadelphia. Selama sekitar tiga pekan proses tersebut, mereka menjaga komunikasi melalui pesan dan panggilan telepon.

Ada faktor lain yang membuat Philadelphia semakin menarik. James berpotensi tetap tinggal di New York City dan melakukan perjalanan ke Camden untuk latihan serta Philadelphia untuk pertandingan. Pilihan itu memberinya kemungkinan untuk mempertahankan kehidupan di New York sekaligus bermain untuk tim yang sedang mengejar gelar pertama sejak 1983.

Namun, keputusan James juga membawa persoalan baru yang tidak sederhana. Philadelphia kini memiliki terlalu banyak pemain yang terbiasa menjadi pusat permainan.

Jika semua pemain berada dalam kondisi bugar, 76ers berpotensi memiliki salah satu serangan paling kuat di NBA. Edgecombe telah memperlihatkan kemampuan menjadi opsi utama. Brown menikmati peran sebagai pemain nomor satu Boston ketika Jayson Tatum menjalani pemulihan cedera Achilles musim lalu. Maxey juga merupakan salah satu pemain dengan penggunaan bola tertinggi di liga. James sendiri harus menyesuaikan diri.

Baca juga: LeBron James gabung Philadelphia 76ers dalam kontrak dua tahun

Di Los Angeles, dalam sampel pertandingan yang terbatas, James telah menunjukkan kesediaan untuk mengambil peran lebih kecil ketika bermain bersama bintang besar Luka Doncic dan pemain muda Austin Reaves. Pengalaman tersebut menjadi modal bahwa James masih dapat berfungsi efektif tanpa selalu menjadi pencetak angka utama.

Peran yang paling masuk akal bagi James di Philadelphia adalah sebagai pengatur serangan. Ia dapat menjadi fasilitator utama, sementara Brown dan Maxey memainkan permainan agresif menuju ring. Edgecombe dapat berkembang sebagai opsi ofensif lainnya. Namun, pembagian peran itu menuntut pengorbanan dari semua pemain.

Brown menjadi pemain dengan usage rate—penguasaan bola terakhir dari sebuah tim sebelum mencetak poin—tertinggi kedua di NBA musim lalu, sementara Maxey berada di posisi ke-15. James juga memiliki sejarah panjang sebagai pemain yang membutuhkan bola untuk mengendalikan permainan. Karena itu, persoalan terbesar Philadelphia adalah bagaimana mengatur distribusi peran di antara pemain-pemain yang sudah terbukti mampu menjadi pusat serangan.



Kebugaran pemain

Dalam dua musim terakhir, bintang utama Sixers, Joel Embiid, hanya bermain dalam 57 pertandingan karena berbagai masalah cedera. Kehadiran James dapat meningkatkan kualitas permainan Philadelphia ketika Embiid berada di lapangan, tetapi ketahanan fisik keduanya akan menjadi faktor penting dalam menentukan seberapa jauh tim tersebut dapat melangkah.

Ketika bermain dengan formasi kecil, Philadelphia memiliki atletisme dan kecepatan di sisi sayap. James juga dapat menghidupkan permainan transisi. Ia memimpin NBA dalam fast-break points musim lalu, sehingga kemampuan tersebut berpotensi menjadi salah satu kekuatan utama 76ers.

Di atas kertas, Philadelphia memiliki hampir semua unsur yang dibutuhkan sebuah tim juara. Mereka memiliki pemain bertubuh besar seperti Embiid, lini serang dan point guard yang seimbang melalui Brown dan Maxey, pengalaman juara dari James, serta pemain pelapis seperti Anfernee Simons dan Dean Wade. Namun, masalahnya terletak pada kebugaran dan ketahanan para pemain.

Usia James membuatnya tidak lagi memiliki kemampuan untuk menjangkau area lapangan seperti ketika berada di puncak karier. Hal serupa berlaku bagi Embiid, yang selama dua musim terakhir berulang kali mengalami cedera. Jika keduanya tidak fit dalam waktu yang bersamaan, Philadelphia harus menemukan sistem yang mampu menutup keterbatasan tersebut.

Karena itu, kepala pelatih 76ers Nick Nurse kemungkinan perlu menempatkan James dalam peran yang lebih mengutamakan umpan dan pengambilan keputusan. Peran tersebut menyerupai fungsi James bersama Tim Nasional Bola Basket Amerika Serikat pada Olimpiade Paris, ketika ia beroperasi sebagai point forward yang mengatur permainan tanpa harus menjadi pencetak angka utama setiap saat.

Baca juga: LeBron James hadapi dilema sebelum pilih Philadelphia 76ers

Baca juga: LeBron James ingin bawa 76ers juara NBA

Arah transfer

Setelah mantan pemainnya melabuhkan pilihan pada 76ers, Cleveland Cavaliers kini dapat memusatkan perhatian kepada James Harden. Golden State Warriors, yang juga sempat dirumorkan akan menjadi tujuan duet LeBron-Curry, bisa mengarahkan fokus untuk memperpanjang kerja sama dengan Draymond Green. Sementara itu, Miami Heat harus mencari playmaker lain untuk mendampingi Giannis Antetokounmpo.

Namun, dari semua itu, Golden State menjadi salah satu pihak yang paling jelas merasakan dampaknya. Warriors memiliki daya tarik yang sulit ditandingi dari sisi cerita. Duet James dan Stephen Curry akan menjadi salah satu pasangan terbesar dalam sejarah NBA, seperti halnya performa apik mereka bersama Timnas AS. Namun, pertimbangan tersebut tidak cukup untuk mengubah keputusan James.

Golden State memasuki musim baru dengan situasi yang lebih sulit dibandingkan Philadelphia. Jimmy Butler, pemain terbaik kedua mereka, sedang menjalani pemulihan cedera ACL. Warriors juga selalu menghadapi persaingan berat di Wilayah Barat, terutama dari Oklahoma City Thunder dan San Antonio Spurs. Selain itu, Warriors hanya memenangkan 37 pertandingan musim lalu.

Jika prioritas James memang mengejar gelar kelima, Philadelphia menawarkan jalur yang secara teoritis lebih masuk akal. Jika dilihat secara saksama, Warriors memiliki roster yang lebih terbatas. Lebih dari itu, persaingan di Wilayah Barat semakin berat dengan Spurs yang menjadi kekuatan baru berkat bintang muda Victor Wembanyama. Ditambah lagi, kondisi sejumlah pemain inti tidak sepenuhnya sehat.

Warriors sebenarnya tidak melakukan perubahan besar pada jeda musim yang dapat membuat tawaran mereka lebih menarik bagi James. Dalam situasi tersebut, kesempatan untuk melihat James dan Curry bermain bersama akhirnya kalah oleh kebutuhan James untuk menemukan tim yang menurutnya memiliki peluang lebih besar untuk menjadi juara.

Philadelphia kini harus membuktikan bahwa keputusan tersebut memang tepat. Tim itu belum mencapai final Wilayah Timur sejak 2001, sementara gelar terakhir mereka datang pada 1983. Perekrutan Brown dan kedatangan James menunjukkan bahwa manajemen tidak lagi mengambil langkah setengah-setengah dalam mengejar gelar.

James datang dengan target yang sangat jelas. Tantangan berikutnya adalah memastikan Brown, Maxey, Embiid, Edgecombe, dan dirinya dapat berbagi peran dalam satu sistem. Di sisi lain, tubuh James yang telah berusia 41 tahun dan kondisi Embiid yang rentan cedera juga harus mampu bertahan sepanjang musim.

Baca juga: LeBron James pecahkan rekor lempar lembing putra

Baca juga: LeBron James catat penampilan All-Star ke-21 pada usia 41


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sultan Ternate Minta DPR Sahkan RUU Masyarakat Adat di Royal Dinner UKSW
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Sempat Dihentikan Akibat Kecelakaan, Wisata Ekstrem Gledekan Palembon Prigen Pasuruan Resmi Dibuka Kembali
• 8 jam laluberitajatim.com
thumb
Warga Resah, Lokasi Bentrokan Menteng Kerap Jadi Tempat Nongkrong dan Suara Musik Kencang
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Penjaga Warteg Ungkap Detik-detik Bentrokan Maut di Menteng
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Akhir Pekan, Harga Telur Ayam Rp29.600/Kg, Bawang Merah Rp42.150/Kg
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.