HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PSM Makassar memilih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi perekrutan pemain menjelang bergulirnya Indonesia Super League 2026/2027. Setelah gagal mengamankan tanda tangan striker Spanyol Adrian Dalmau dan di tengah belum pastinya masa depan bek Montenegro Dusan Lagator, manajemen Pasukan Ramang memastikan proses pembentukan skuad masih terus berjalan sesuai kebutuhan pelatih Darije Kalezic.
Manajemen menegaskan bahwa bursa transfer belum sepenuhnya selesai bagi PSM. Masih terdapat sejumlah slot pemain, baik asing maupun lokal, yang akan dioptimalkan sebelum kompetisi resmi dimulai.
Langkah tersebut sekaligus menjadi awal perubahan dalam kebijakan rekrutmen yang selama ini diterapkan klub. Jika sebelumnya perekrutan lebih berorientasi pada pemenuhan kuota, kini PSM ingin memastikan setiap pemain yang datang benar-benar sesuai dengan kebutuhan taktik tim.
Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, mengatakan fokus utama klub saat ini adalah membangun skuad yang benar-benar kompetitif, bukan sekadar melengkapi daftar pemain.
Menurutnya, proses seleksi masih terus berlangsung karena tim pelatih ingin melihat perkembangan seluruh pemain selama masa persiapan sebelum mengambil keputusan akhir mengenai komposisi skuad.
“Kita akan bekerja lagi, sisa-sisa slot pemain asing dan lokal itu akan kita isi kekurangan tersebut,” ujar Fajrin.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas transfer PSM belum berhenti. Klub masih membuka peluang mendatangkan pemain baru apabila dianggap mampu meningkatkan kualitas tim sesuai kebutuhan pelatih.
Fajrin menegaskan, perubahan terbesar musim ini justru terletak pada pola perekrutan pemain.
Ia menggarisbawahi bahwa manajemen ingin membangun sistem rekrutmen yang lebih terarah sehingga setiap pemain yang direkrut memiliki fungsi jelas dalam skema permainan Darije Kalezic.
“Perlu saya garis bawahi ke depan target kita adalah bagaimana pola rekrut PSM itu lebih baik lagi,” katanya.
“Bukan hanya memenuhi jumlah tapi memenuhi kebutuhan dari tim,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa PSM berusaha belajar dari pengalaman musim-musim sebelumnya. Klub ingin menghindari perekrutan yang hanya mengejar kuantitas tanpa mempertimbangkan kecocokan karakter pemain dengan filosofi permainan yang diterapkan pelatih.
Pendekatan itu menjadi semakin penting mengingat Darije Kalezic diketahui memiliki standar tersendiri dalam memilih pemain. Pelatih asal Belanda tersebut menginginkan skuad yang mampu menjalankan sistem permainan dengan disiplin serta memiliki fleksibilitas di berbagai posisi.
Saat ini sebanyak 26 pemain telah mengikuti sesi latihan bersama PSM Makassar. Namun, jumlah tersebut belum menjadi komposisi final yang akan dibawa mengarungi kompetisi.
Menurut Fajrin, evaluasi besar akan dilakukan pada akhir Juli sebelum tim berangkat menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta.
Dari proses tersebut, tim pelatih akan menentukan pemain-pemain yang benar-benar masuk dalam rencana utama musim ini.
“Nanti di akhir Juli sebelum kita berangkat ke Jogja, pelatih akan melakukan evaluasi, struktur itu akan kita punya hanya 20 atau 21 yang sesuai,” jelas Fajrin.
“Maka kita akan bekerja lagi untuk sisa slot pemain asing atau lokal itu kita akan maksimalkan,” sambungnya.
Artinya, peluang penambahan pemain masih terbuka lebar, termasuk untuk posisi pemain asing yang hingga kini belum sepenuhnya terisi.
Di sisi lain, situasi Dusan Lagator juga masih menjadi perhatian. Bek asal Montenegro itu memang telah bergabung dalam sesi latihan PSM Makassar. Namun, dalam beberapa hari terakhir namanya dirumorkan masuk radar klub asal Makedonia Utara, FK Vardar Skopje.
Rumor tersebut memunculkan tanda tanya mengenai masa depan Lagator bersama Pasukan Ramang. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari manajemen mengenai status sang pemain.
Selain persoalan Lagator, PSM sebelumnya juga dikabarkan gagal merekrut Adrian Dalmau. Penyerang asal Spanyol itu sempat masuk dalam daftar incaran untuk memperkuat lini depan, namun proses negosiasi tidak berujung kesepakatan.
Dua dinamika tersebut membuat manajemen harus bergerak lebih cepat agar kebutuhan skuad yang diinginkan Darije Kalezic dapat segera terpenuhi sebelum Super League dimulai.
Meski begitu, optimisme tetap terjaga di internal klub. Manajemen percaya waktu yang masih tersedia cukup untuk menyelesaikan proses pembentukan tim, terlebih evaluasi pelatih akan menjadi dasar utama dalam menentukan pemain yang benar-benar dibutuhkan.
Saat ini komposisi latihan PSM terdiri atas empat penjaga gawang, sembilan pemain bertahan, sembilan gelandang, serta empat penyerang, ditambah sejumlah pemain muda dari akademi yang turut mendapatkan kesempatan menunjukkan kemampuan mereka selama masa pramusim.
Keberadaan para pemain akademi juga menjadi bagian dari proses seleksi yang dilakukan tim pelatih. Jika mampu menunjukkan performa meyakinkan, bukan tidak mungkin mereka akan mendapat tempat di skuad utama musim ini.
Dengan waktu yang semakin mendekati dimulainya Indonesia Super League 2026/2027, setiap sesi latihan dan agenda pemusatan latihan di Yogyakarta diperkirakan akan menjadi penentu arah kebijakan transfer PSM Makassar.
Bagi Darije Kalezic, target utamanya bukan sekadar memiliki skuad yang lengkap, melainkan membentuk tim yang benar-benar sesuai dengan filosofi permainan yang ingin diterapkannya. Sementara bagi manajemen, keberhasilan memenuhi kebutuhan tersebut akan menjadi fondasi penting agar Pasukan Ramang mampu bersaing di papan atas kompetisi musim ini.





