tvOnenews.com - Timnas Indonesia memang menjadi salah satu negara dengan jumlah pemain naturalisasi terbanyak di Piala AFF 2026.
Namun, skuad Garuda ternyata bukan pemegang rekor di turnamen bergengsi Asia Tenggara tersebut.
Indonesia tercatat mendaftarkan 12 pemain naturalisasi, tetapi jumlah itu masih kalah dari Filipina, yang membawa 14 pemain berdarah asing ke ajang tersebut.
- Instagram -Marc Klok
Pelatih John Herdman memasukkan banyak pemain keturunan ke dalam skuad Garuda demi meningkatkan daya saing Indonesia di turnamen regional tersebut.
Nama-nama seperti Jordi Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Tim Geypens, Eliano Reijnders, Ivar Jenner, Ragnar Oratmangoen, hingga Justin Hubner masuk dalam daftar pemain yang didaftarkan.
Meski demikian, Justin Hubner hampir dipastikan tidak bisa memperkuat Indonesia karena klubnya dikabarkan enggan melepas sang pemain selama turnamen berlangsung.
Kendati demikian, secara administrasi bek kelahiran Belanda tersebut tetap masuk dalam daftar skuad Indonesia.
- Kita Garuda
Dengan total 12 pemain naturalisasi, Indonesia menjadi salah satu tim dengan komposisi pemain keturunan terbanyak di Grup A.
Jumlah tersebut melampaui negara-negara seperti Vietnam, Kamboja, maupun Timor Leste.
Akan tetapi, jika melihat seluruh kontestan Piala AFF 2026, posisi Indonesia masih berada di bawah Filipina.
The Azkals menjadi negara dengan jumlah pemain naturalisasi paling banyak setelah membawa 14 pemain berdarah asing.
Mereka di antaranya adalah Gavin Muens, Quincy Kammeraad, Noah Leddel, Christian Rontini, Santiago Rublico, Daisuke Sato, hingga Adrian Ugelvik.
- Instagram/pmnft_official
Di sektor pertahanan, Filipina diperkuat sejumlah bek tengah bertubuh tinggi yang dinilai sangat kuat dalam duel udara.
Sementara di lini tengah, kombinasi fisik pemain berdarah Eropa seperti Oskari Kekkonen dan Cole Mrowka dipadukan dengan kreativitas Sandro Reyes dinilai menciptakan keseimbangan permainan.
Adapun di lini depan, beberapa penyerang bertubuh jangkung disebut mampu menjadi ancaman serius bagi pertahanan lawan, terutama ketika menghadapi tim-tim seperti Laos, Malaysia, maupun Myanmar.
Jika seluruh pemain tersebut tersedia, kekuatan Filipina diperkirakan akan semakin meningkat dan berpotensi menjadi lawan berat bagi siapa pun yang lolos ke babak semifinal, termasuk Indonesia maupun Vietnam.




