REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Andrea Pirlo akhirnya angkat bicara setelah namanya terseret kontroversi terkait kerja samanya dengan perusahaan taruhan asal Rusia, Fonbet. Polemik tersebut disebut-sebut menjadi penyebab utama memudarnya peluang legenda Italia itu untuk menangani tim nasional Italia.
Melalui pernyataan yang diunggah di akun Instagram pribadinya, dikutip dari Football Italia, Senin (27/7/2026), Pirlo menyampaikan kesedihannya atas polemik yang berkembang dalam beberapa hari terakhir. Ia juga menjelaskan bahwa selama ini memilih bungkam sebagai bentuk penghormatan kepada institusi dan semua pihak yang terlibat.
Baca Juga
FIGC Akui Jalin Komunikasi dengan Guardiola untuk Latih Timnas Italia
Haaland Lampaui Rekor Vieri, Legenda Italia Itu Justru Beri Pujian
Dua Kali Patah Hati Ketika Indonesia dan Italia Kompak Absen di Piala Dunia
"Selama beberapa hari terakhir, saya menyaksikan dengan sangat sedih perdebatan yang berkembang seputar nama saya dan kemungkinan untuk mengambil pekerjaan sebagai pelatih timnas Italia," tulis Pirlo.
Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Italia dikabarkan mempertimbangkan Pirlo sebagai kandidat pelatih timnas setelah Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola menolak kesempatan tersebut. Namun, peluang itu terganggu setelah terungkap bahwa Pirlo menjadi duta merek global Fonbet, perusahaan taruhan asal Rusia.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Kontroversi semakin membesar karena Pirlo diketahui menghadiri sebuah acara di Moskow pada Mei 2026. Di sisi lain, promosi perjudian di Italia merupakan aktivitas yang dilarang sehingga memunculkan kritik terhadap mantan gelandang Juventus dan AC Milan tersebut.
Di tengah polemik itu, Pirlo justru resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala United FC, klub yang berbasis di Dubai dan berlaga di divisi utama Uni Emirat Arab.
Dalam penjelasannya, Pirlo menegaskan seluruh aktivitas profesionalnya selalu dilakukan sesuai hukum yang berlaku di negara tempat ia bekerja. Ia juga menepis anggapan bahwa kerja samanya dengan Fonbet memiliki muatan politik.
Menurut Pirlo, kolaborasi tersebut berlangsung ketika ia bekerja di Uni Emirat Arab dan murni merupakan kerja sama profesional di bidang olahraga dan komersial. Ia menegaskan bahwa mengaitkan kerja sama tersebut dengan pandangan politik merupakan penilaian yang keliru karena ia tidak pernah menyampaikan ataupun memiliki keyakinan seperti yang dituduhkan.