IHSG Diprediksi Melemah, Investor Cermati Dampak Tarif Trump

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Senin (27/7). Pada Jumat (24/7), IHSG ditutup anjlok 118,88 poin atau 1,90 persen ke level 6.196,43. Analis Phintraco Sekuritas menjelaskan investor akan mencermati musim pendapatan kuartal II 2026 dan aksi korporasi emiten, seiring dengan perkembangan ekonomi global. “IHSG masih berpotensi melemah untuk menguji level 6000-6100, terutama jika didukung sejumlah sentimen negatif termasuk konflik AS-Iran yang memanas, harga minyak yang kembali menguat, serta tarif tambahan dari AS,” jelasnya dalam sebuah catatan, Senin (27/7). Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif terhadap barang-barang lebih dari 80 negara, dengan alasan negara-negara tersebut gagal melarang praktik kerja paksa. Tarif baru ini berlaku untuk mitra dagang yang mencakup 99,4 persen perdagangan AS. Pada pekan ini, lanjut Phintraco, perhatian investor global juga masih akan tertuju pada perkembangan konflik AS-Iran, seiring indikasi perundingan akan dimulai di tengah konflik yang semakin meluas. Saham-saham produsen chip di Wall Street pada Jumat lalu masih melemah, namun investor juga mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Trump mengatakan akan segera mengambil keputusan apakah akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, setelah konflik meluas di Laut Merah. Kemudian, harga minyak terkoreksi setelah ada berita Pakistan sedang mempertimbangkan jalur untuk memulai negosiasi perdamaian baru antara AS dan Iran, dengan dorongan yang diprakarsai oleh China. Investor juga akan mencermati pertemuan the Fed, data ekonomi AS termasuk PDB 2Q26 dan PCE Prices, serta laporan kinerja keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar. Eropa akan merilis data PDB dan inflasi Zona Euro serta keputusan moneter Bank of England.

“Sedangkan dari Asia, investor akan menantikan keputusan suku bunga Bank of Japan serta China akan mengadakan pertemuan Politbiro untuk evaluasi pertengahan tahun,” jelas Phintraco. Phintraco merekomendasikan beberapa saham untuk pekan ini, yakni BBCA, TPIA, BULL, AKRA, TOWR dan BRIS. Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, memproyeksikan pergerakan IHSG hari ini melemah dengan level support 6,137-6,012 dan resistance 6,261-6,416. “Secara teknikal, pergerakan IHSG cenderung bearish setelah membentuk pola long black opening marubozu candle. Berdasarkan indikator, Stochastics K_D dan menunjukkan sinyal negatif, didukung penurunan volume,” jelas Nafan. Nafan menuturkan, indeks saham AS Wall Street masih ditopang musim laporan keuangan yang cukup solid dari sejumlah emiten besar sehingga dapat membatasi tekanan terhadap market. Namun di sisi lain, para pelaku investor masih mencermati prospek suku bunga The Fed, valuasi saham teknologi, dan perkembangan harga minyak, sehingga sentimen eksternal belum sepenuhnya kondusif. “Dari sisi domestik, ekspektasi terhadap publikasi kinerja keuangan emiten semester I-2026 bisa menjadi penahan sentimen negatif dan memberikan peluang aksi bargain hunting pada saham yang memiliki fundamental solid,” kata Nafan. Mirae Asset memberikan rekomendasi saham untuk hari ini yakni ISAT, KLBF, dan UNVR. ##########

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antusiasme Generasi Muda Terhadap Olahraga Lari Harus Didukung
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Provinsi Gelar Diskon dan Pemutihan Pajak Kendaraan
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Dinamika Transformasi Perekonomian Sulsel
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Hebat! Fajar/Fikri Pertahankan Gelar China Open 2026, Back-to-Back Juara Usai Sikat Ganda Nomor Satu
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Maling Ayam Dikeroyok hingga Tewas, KemenHAM: Tegakkan Hukum!
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.