Jakarta (ANTARA) - Bayi yang sering rewel atau menangis pada malam hari merupakan kondisi yang umum terjadi, terutama pada masa awal pertumbuhan. Kondisi tersebut dapat disebabkan berbagai faktor, mulai dari lapar, rasa tidak nyaman, hingga gangguan kesehatan tertentu.
Tangisan menjadi salah satu cara utama bayi berkomunikasi untuk menyampaikan kebutuhan atau ketidaknyamanan yang dirasakan. Karena belum mampu berbicara, bayi biasanya menunjukkan tanda melalui tangisan, gerakan tubuh, maupun perubahan perilaku.
Berikut penyebab bayi rewel malam hari dan cara mengatasinya, merangkum dari berbagai sumber:
Penyebab bayi rewel malam hari
1. Lapar atau membutuhkan ASI
Salah satu penyebab paling umum bayi menangis pada malam hari adalah rasa lapar. Bayi, terutama yang masih berusia beberapa bulan, memiliki kebutuhan makan yang lebih sering karena ukuran lambung yang masih kecil.
Selain menangis, bayi yang lapar biasanya menunjukkan tanda seperti memasukkan tangan ke mulut, mengisap bibir, atau terlihat gelisah.
2. Popok basah atau tidak nyaman
Popok yang penuh atau basah dapat membuat bayi merasa tidak nyaman sehingga sulit tidur. Kondisi lembap pada kulit juga dapat meningkatkan risiko iritasi apabila tidak segera diganti.
Orang tua disarankan memeriksa kondisi popok secara berkala, terutama ketika bayi mulai rewel tanpa penyebab yang jelas.
Baca juga: Ahli jelaskan pentingnya vitamin K pada bayi baru lahir
3. Kolik pada bayi
Kolik merupakan kondisi ketika bayi menangis secara intens dan sulit ditenangkan tanpa penyebab yang jelas. Kondisi ini sering terjadi pada bayi usia beberapa minggu hingga beberapa bulan dan biasanya dapat membaik seiring perkembangan usia.
Bayi dengan kolik dapat menangis dengan suara lebih keras, mengepalkan tangan, atau melengkungkan tubuh saat menangis.
4. Kelelahan atau terlalu banyak stimulasi
Bayi yang terlalu lelah akibat banyak aktivitas, suara, cahaya, atau interaksi sepanjang hari dapat menjadi lebih sulit tidur pada malam hari.
Tanda bayi kelelahan dapat terlihat dari rewel, menggosok mata, menguap, atau sulit ditenangkan saat hendak tidur.
5. Perut tidak nyaman
Gangguan pencernaan seperti gas dalam perut dapat membuat bayi merasa tidak nyaman. Bayi biasanya menjadi lebih rewel, menarik kaki ke arah perut, atau menangis setelah menyusu.
6. Perubahan pola tidur
Bayi membutuhkan waktu untuk mengenali perbedaan antara siang dan malam. Pada masa awal kehidupan, pola tidur bayi belum selalu teratur sehingga mereka dapat sering terbangun dan menangis pada malam hari.
Baca juga: Dokter imbau ibu hamil konsumsi vitamin cegah bayi bibir sumbing
Cara mengatasi bayi rewel malam hari
1. Pastikan kebutuhan dasar bayi terpenuhi
Sebelum mencoba cara lain, orang tua perlu memastikan bayi sudah mendapatkan ASI atau susu sesuai kebutuhan, popok dalam kondisi bersih, serta suhu ruangan nyaman.
2. Gendong dan tenangkan bayi
Menggendong bayi dengan lembut dapat membantu memberikan rasa aman. Orang tua juga dapat memberikan sentuhan lembut, mengusap punggung, atau mengayun perlahan untuk membantu bayi lebih tenang.
3. Ciptakan suasana tidur yang nyaman
Lingkungan tidur yang tenang dapat membantu bayi lebih mudah beristirahat. Orang tua dapat mengurangi cahaya terang, suara bising, serta menjaga suhu ruangan agar tetap nyaman.
Baca juga: Mahasiswa Vokasi UI hadirkan popok bayi ramah lingkungan
4. Berikan suara yang menenangkan
Suara lembut seperti nyanyian, gumaman orang tua, atau suara berirama pelan dapat membantu menenangkan bayi yang sedang menangis.
5. Membantu bayi bersendawa setelah menyusu
Bayi yang menelan udara saat menyusu dapat mengalami rasa tidak nyaman pada perut. Membantu bayi bersendawa setelah makan dapat mengurangi kemungkinan bayi menjadi rewel akibat gas.
6. Buat rutinitas tidur
Rutinitas sederhana seperti mandi, menyusui, meredupkan lampu, dan menidurkan bayi pada waktu yang sama dapat membantu bayi mengenali waktu istirahat.
Kapan harus dibawa ke dokter?
Meski bayi rewel pada malam hari merupakan kondisi yang sering terjadi, orang tua perlu waspada apabila tangisan disertai tanda lain, seperti demam, bayi tampak lemas, sulit menyusu, muntah berulang, perubahan perilaku yang drastis, atau menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan.
American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan orang tua berkonsultasi dengan dokter apabila bayi menunjukkan tanda sakit atau tangisan terasa berbeda dari biasanya.
Memahami penyebab bayi rewel dapat membantu orang tua memberikan respons yang tepat. Dengan memenuhi kebutuhan dasar, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, dan memperhatikan tanda bahaya, bayi dapat lebih mudah merasa tenang dan mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Baca juga: IDAI jelaskan alasan gumoh normal terjadi pada bayi
Baca juga: Menyelamatkan nyawa bayi prematur melalui Bank ASI
Tangisan menjadi salah satu cara utama bayi berkomunikasi untuk menyampaikan kebutuhan atau ketidaknyamanan yang dirasakan. Karena belum mampu berbicara, bayi biasanya menunjukkan tanda melalui tangisan, gerakan tubuh, maupun perubahan perilaku.
Berikut penyebab bayi rewel malam hari dan cara mengatasinya, merangkum dari berbagai sumber:
Penyebab bayi rewel malam hari
1. Lapar atau membutuhkan ASI
Salah satu penyebab paling umum bayi menangis pada malam hari adalah rasa lapar. Bayi, terutama yang masih berusia beberapa bulan, memiliki kebutuhan makan yang lebih sering karena ukuran lambung yang masih kecil.
Selain menangis, bayi yang lapar biasanya menunjukkan tanda seperti memasukkan tangan ke mulut, mengisap bibir, atau terlihat gelisah.
2. Popok basah atau tidak nyaman
Popok yang penuh atau basah dapat membuat bayi merasa tidak nyaman sehingga sulit tidur. Kondisi lembap pada kulit juga dapat meningkatkan risiko iritasi apabila tidak segera diganti.
Orang tua disarankan memeriksa kondisi popok secara berkala, terutama ketika bayi mulai rewel tanpa penyebab yang jelas.
Baca juga: Ahli jelaskan pentingnya vitamin K pada bayi baru lahir
3. Kolik pada bayi
Kolik merupakan kondisi ketika bayi menangis secara intens dan sulit ditenangkan tanpa penyebab yang jelas. Kondisi ini sering terjadi pada bayi usia beberapa minggu hingga beberapa bulan dan biasanya dapat membaik seiring perkembangan usia.
Bayi dengan kolik dapat menangis dengan suara lebih keras, mengepalkan tangan, atau melengkungkan tubuh saat menangis.
4. Kelelahan atau terlalu banyak stimulasi
Bayi yang terlalu lelah akibat banyak aktivitas, suara, cahaya, atau interaksi sepanjang hari dapat menjadi lebih sulit tidur pada malam hari.
Tanda bayi kelelahan dapat terlihat dari rewel, menggosok mata, menguap, atau sulit ditenangkan saat hendak tidur.
5. Perut tidak nyaman
Gangguan pencernaan seperti gas dalam perut dapat membuat bayi merasa tidak nyaman. Bayi biasanya menjadi lebih rewel, menarik kaki ke arah perut, atau menangis setelah menyusu.
6. Perubahan pola tidur
Bayi membutuhkan waktu untuk mengenali perbedaan antara siang dan malam. Pada masa awal kehidupan, pola tidur bayi belum selalu teratur sehingga mereka dapat sering terbangun dan menangis pada malam hari.
Baca juga: Dokter imbau ibu hamil konsumsi vitamin cegah bayi bibir sumbing
Cara mengatasi bayi rewel malam hari
1. Pastikan kebutuhan dasar bayi terpenuhi
Sebelum mencoba cara lain, orang tua perlu memastikan bayi sudah mendapatkan ASI atau susu sesuai kebutuhan, popok dalam kondisi bersih, serta suhu ruangan nyaman.
2. Gendong dan tenangkan bayi
Menggendong bayi dengan lembut dapat membantu memberikan rasa aman. Orang tua juga dapat memberikan sentuhan lembut, mengusap punggung, atau mengayun perlahan untuk membantu bayi lebih tenang.
3. Ciptakan suasana tidur yang nyaman
Lingkungan tidur yang tenang dapat membantu bayi lebih mudah beristirahat. Orang tua dapat mengurangi cahaya terang, suara bising, serta menjaga suhu ruangan agar tetap nyaman.
Baca juga: Mahasiswa Vokasi UI hadirkan popok bayi ramah lingkungan
4. Berikan suara yang menenangkan
Suara lembut seperti nyanyian, gumaman orang tua, atau suara berirama pelan dapat membantu menenangkan bayi yang sedang menangis.
5. Membantu bayi bersendawa setelah menyusu
Bayi yang menelan udara saat menyusu dapat mengalami rasa tidak nyaman pada perut. Membantu bayi bersendawa setelah makan dapat mengurangi kemungkinan bayi menjadi rewel akibat gas.
6. Buat rutinitas tidur
Rutinitas sederhana seperti mandi, menyusui, meredupkan lampu, dan menidurkan bayi pada waktu yang sama dapat membantu bayi mengenali waktu istirahat.
Kapan harus dibawa ke dokter?
Meski bayi rewel pada malam hari merupakan kondisi yang sering terjadi, orang tua perlu waspada apabila tangisan disertai tanda lain, seperti demam, bayi tampak lemas, sulit menyusu, muntah berulang, perubahan perilaku yang drastis, atau menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan.
American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan orang tua berkonsultasi dengan dokter apabila bayi menunjukkan tanda sakit atau tangisan terasa berbeda dari biasanya.
Memahami penyebab bayi rewel dapat membantu orang tua memberikan respons yang tepat. Dengan memenuhi kebutuhan dasar, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, dan memperhatikan tanda bahaya, bayi dapat lebih mudah merasa tenang dan mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Baca juga: IDAI jelaskan alasan gumoh normal terjadi pada bayi
Baca juga: Menyelamatkan nyawa bayi prematur melalui Bank ASI





