Ketum MUI: Persatuan Umat Tak Berarti NU dan Muhammadiyah Harus Melebur

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar menegaskan persatuan umat Islam tidak berarti seluruh organisasi masyarakat (ormas) Islam harus melebur menjadi satu.

Menurutnya, setiap ormas tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, sementara MUI berperan sebagai perekat agar seluruh ormas dapat bersatu dalam perjuangan bersama.

Menurutnya, persatuan merupakan modal utama untuk menghadapi tantangan bangsa dan membangun kekuatan umat.

“Kita perlu sekali untuk sekaligus memberikan satu kesepakatan bahwa kita semuanya memahami pentingnya ukhuwah islamiyah. Sebagaimana yang sudah sering sekali diputuskan dalam berbagai kongres, mulai kongres pertama sampai sekarang, basic ukhuwah itu masih terus harus kita gaungkan,” kata Anwar saat Penutupan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (26/7).

Ia menjelaskan, makna persatuan bukan berarti menghapus identitas masing-masing organisasi Islam yang selama ini telah memiliki sejarah dan perannya sendiri.

“Kalau dulu ukhuwah itu kemudian digunakan untuk merebut kemerdekaan, dan seterusnya untuk menyatakan resolusi jihad seperti yang tadi disampaikan oleh Dewan Pertimbangan. Maka hari ini, kongres ini, akan menyatakan pentingnya ukhuwah islamiyah itu, dan ketika kita bersatu, bersatu tidak berarti kemudian melebur, ya, yang NU biarlah menjadi NU, yang Muhammadiyah biarlah menjadi Muhammadiyah,“ ujar Anwar.

“Tidak usah yang NU harus jadi Muhammadiyah atau yang sebaliknya, tidak usah begitu. Tapi bagaikan sapu lidi, sapu lidi itu bisa bermanfaat ketika mereka berkumpul dalam satu ikatan, ikatan itulah dan Majelis Ulama inilah yang akan menjadi pengikat dari ormas-ormas Islam di Indonesia ini. Agar apa? Agar menjadi kekuatan,” lanjutnya.

Anwar menegaskan kekuatan umat hanya dapat terbangun apabila seluruh ormas mengesampingkan ego masing-masing dan menjadikan MUI sebagai wadah pemersatu.

Persatuan untuk Pembangunan Bangsa

Menurut Anwar, setelah menjadi kekuatan, persatuan tersebut harus dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan bangsa sekaligus memajukan umat Islam.

“Nah, setelah menjadi kekuatan, akan kita gunakan kekuatan ini untuk memberi manfaat. Satu, manfaat untuk kepentingan bangsa dan negara Republik Indonesia yang memang sekarang ini lagi menuju sesuatu yang amat penting dan menjanjikan sekali. Kita sudah mendengarkan mulai kemarin bagaimana pidato para menteri, para pakar, para ahli, yang memastikan dan meyakinkan kepada kita bahwa pemerintah kita sekarang ini sedang sungguh-sungguh melaksanakan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 45 yang sangat berpihak kepada rakyat menuju sebuah Indonesia yang mandiri,” ungkap Anwar.

“Kita gunakan kekuatan kita untuk membersamai pemerintah menuju cita-cita bersama, yaitu Indonesia yang maju, yang mandiri, tapi juga bersih dari praktik-praktik korupsi, manipulasi, dan pelanggaran-pelanggaran yang lain. Ini yang pertama. Yang kedua, kekuatan kita ini akan kita gunakan juga untuk membangun, membangun umat Islam dalam bidang ekonomi, dalam bidang pendidikan, dalam bidang dakwah, dan yang lain-lain,” sambungnya.

Anwar mengatakan umat Islam masih memiliki pekerjaan rumah besar, khususnya dalam bidang ekonomi dan pendidikan. Ia menilai jumlah umat Islam yang besar belum berbanding lurus dengan kekuatan ekonominya.

“Karena kita butuh umat ini ekonominya itu kuat, pendidikannya kuat, masih banyak sekali yang kurang,” ujar Anwar.

“Karena itu mesti ada kesadaran dari seluruh ormas-ormas Islam yang ada untuk membangun kekuatan ekonomi umat ini, dan selain itu juga membangun pendidikan, agar memiliki sumber daya manusia, yang memahami tentang pentingnya teknologi dan ilmu pengetahuan yang mumpuni,” sambungnya.

Selain membangun ekonomi, Anwar juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Ukhuwah kita akan kita gunakan untuk memberikan kontribusi yang positif terhadap pembangunan bangsa dan negara, karena kita yakin bahwa apa yang diinginkan oleh pemerintah kita akan memberi manfaat kepada umat Islam dan kita perlu membersamai pemerintah di dalam melaksanakan pembangunan untuk menuju masyarakat yang maju dan modern, untuk menuju Indonesia yang mandiri,” kata Anwar.

“Dan yang kedua akan kita gunakan kekuatan ukhuwah ini untuk membangun ekonomi umat, jangan sampai lemah, dan selanjutnya akan kita gunakan untuk menjadikan umat Islam ini, umat Islam yang melek teknologi, melek ilmu pengetahuan,” tambah dia.

Anwar juga mengajak seluruh umat Islam menjadikan HUT ke-51 MUI sebagai momentum memperkuat persatuan untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang masih dihadapi umat.

“Banyak pekerjaan rumah dari kita semuanya yang masih harus kita kerjakan. Marilah kita bergandeng tangan, marilah kita bersatu, insyaallah seberat apa pun yang menjadi tanggung jawab kita semuanya, tanggung jawab kita semuanya akan dapat kita selesaikan kalau kita bersatu. Jangan seperti orang dulu yang cengeng,” tutur Anwar.

“Orang kita dulu mengatakan, ‘maksud hati memeluk gunung, tapi apa daya tangan tak sampai’. Itu terlalu cengeng. Kita sekarang berubah, ‘maksud hati memeluk gunung, mari kita gandeng tangan kita bersama-sama dan akan kita peluk gunung itu, gunung kehormatan‘,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SMAN 8 Kota Ternate Juara LCC Empat Pilar MPR RI dan Siap Wakili Maluku Utara ke Final Nasional
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Hasto PDIP Harap Pemerintah Tuntaskan Kasus Kudatuli, Singgung Pengadilan Koneksitas
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Ada Laga Timnas Indonesia Vs Kamboja di Stadion Pakansari, Polres Bogor Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
3 Anggota Komplotan Begal Sadis Bersenjata Tajam Ditangkap di Karawang
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Jaksa Agung Akhirnya Minta Maaf soal Kasus Febrie: Ini Ujian, Beri Kami Waktu
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.