Mengapa Como Melarang Sundulan untuk Pemain Akademi U-10? Ini Alasannya

medcom.id
5 jam lalu
Cover Berita
Como: Como resmi menerapkan aturan baru yang membatasi latihan menyundul bola bagi pemain akademi usia dini. Kebijakan tersebut diambil untuk melindungi kesehatan jangka panjang pemain muda sekaligus mengurangi risiko cedera kepala.
 
Aturan baru ini dirancang untuk meminimalkan benturan kepala yang tidak diperlukan saat otak anak masih berada dalam tahap perkembangan. Pada kelompok usia di bawah 10 tahun (U-10), Como menghapus sepenuhnya latihan dan permainan yang melibatkan sundulan.
 
Sebagai gantinya, lemparan ke dalam dilakukan melalui operan menyusur tanah, sedangkan sepak pojok dimainkan tanpa bola udara.
 

Baca Juga :

Resmi, Barcelona Lepas Bek Muda Andres Cuenca ke Como 1907

Sementara itu, untuk kelompok usia U-11 hingga U-13, teknik menyundul mulai diperkenalkan secara bertahap dengan menggunakan bola karet ringan berbobot khusus.

Khusus pemain U-12 dan U-13, frekuensi latihan sundulan dibatasi secara ketat, yakni maksimal satu sesi per pekan atau satu kali dalam sebulan, dengan tidak lebih dari lima sundulan pada setiap sesi latihan.
  Varane Dukung Aturan Baru Como
Kebijakan tersebut mendapat dukungan penuh dari anggota Board of Education Como 1907, Raphael Varane. Mantan bek Timnas Prancis dan Real Madrid itu, yang selama ini vokal menyuarakan bahaya benturan kepala berulang, menegaskan bahwa keselamatan atlet usia muda harus menjadi prioritas utama.
 

Baca Juga :

Fabregas Tertawakan Ketertarikan Inter terhadap Paz

“Saya sudah beberapa kali berbicara mengenai pentingnya memperlakukan benturan kepala secara serius dan betapa pentingnya melindungi anak-anak kita,” ujar Varane, seperti dikutip dari The Athletic.
 
“Pendekatan terbaik untuk pemain muda adalah memiliki aturan yang jelas dan budaya yang menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. Jalur ini mengajarkan teknik menyundul secara aman dan penuh pengawasan,” lanjutnya.
  Como Bangun Akademi Modern
Kebijakan baru tersebut menjadi bagian dari transformasi menyeluruh Como 1907 dalam membangun fondasi klub yang modern, berorientasi pada pengembangan pemain, dan berkelanjutan.
 
Langkah inovatif di level akademi ini hadir bertepatan dengan momen bersejarah bagi tim utama Como 1907 yang akan menjalani debut di Liga Champions UEFA pada musim 2026/2027.
 

Baca Juga :

Sejarah Baru! Como Lolos ke Liga Champions Usai Hajar Cremonese 4-1

Kebijakan tersebut mencerminkan komitmen klub untuk tidak hanya mengejar prestasi di level senior, tetapi juga membangun sistem pembinaan usia dini yang mengutamakan keselamatan dan perkembangan jangka panjang para pemain.
 
(Ahmad Raul)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korlantas Luruskan Isu Ban Gundul Denda Rp 250 Ribu
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Purbaya akan Temui Pejabat-Pejabat BI Usai Perry Mundur
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Forum Praksis: Indonesia Perlu Revolusi Mental untuk Selamatkan Lingkungan Hidup
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
506 Pembalap Ikut Drag Bike di Samarinda, Ini Pesan Wakapolri
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Total Pesanan Jaecoo J5 EV Dekati 20 Ribu Unit, Produksi Ditambah
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.