Pada fase lima tahun pertama kehidupan anak menjadi periode yang sangat menentukan bagi perkembangan otaknya lho Moms!
Pada masa ini, kemampuan otak berkembang sangat pesat sehingga stimulasi yang tepat sejak dini menjadi salah satu kunci untuk mendukung proses belajar dan tumbuh kembang si Kecil.
Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan World Brain Day 2026 melalui acara S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain yang digelar di Senayan City, Jakarta, pada 24–26 Juli 2026. Melalui pengalaman edukatif interaktif, orang tua diajak memahami pentingnya menggabungkan stimulasi, pengalaman belajar yang beragam, dan pemenuhan gizi untuk mendukung perkembangan otak anak.
Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26, Vera Niki Gozali, mengatakan setiap anak memiliki perjalanan belajar yang berbeda sehingga orang tua perlu memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman sejak usia dini.
"Di tengah dunia yang terus berubah, kita belum tahu persis tantangan yang akan dihadapi anak-anak di masa depan. Namun kami percaya bahwa setiap anak bisa jadi hebat karena setiap anak memiliki perjalanan exceptional sendiri yang unik. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mendukung proses belajar anak melalui pengalaman yang beragam atau multi-learning, sehingga mereka mampu menghubungkan berbagai pengalaman menjadi wawasan baru dan lebih siap menghadapi masa depan atau future-ready," jelas Vera.
Menurut pemaparan dalam acara tersebut, pada lima tahun pertama kehidupan jumlah koneksi di setiap sel saraf otak anak meningkat dari sekitar 2.500 menjadi 15.000. Proses ini didukung oleh mielinisasi, yaitu pembentukan lapisan mielin yang membantu penghantaran informasi antarsel saraf berlangsung lebih cepat dan efisien.
Dokter spesialis anak sekaligus Founder Yo Clinic – Klinik Anak, Gigi dan Fisioterapi, dr. Yoga Yandika, Sp.A, menjelaskan bahwa perkembangan otak pada golden period perlu didukung melalui kombinasi gizi yang tepat dan stimulasi yang dilakukan secara konsisten.
"Pada golden period, otak anak berkembang sangat pesat dengan membentuk triliunan koneksi antarsel saraf yang menjadi dasar bagi berbagai kemampuan belajar. Salah satu proses penting yang mendukung terbentuknya koneksi tersebut adalah mielinisasi, yaitu pembentukan lapisan mielin yang membantu penghantaran informasi antarsel saraf berlangsung lebih cepat dan efisien. Proses ini perlu didukung melalui kombinasi gizi yang tepat, seperti Sphingomyelin, Fosfolipid, Alfa-laktalbumin, AA, DHA, kolin, dan zat besi sebagai bagian dari pola makan seimbang, yang diimbangi dengan stimulasi yang tepat, pengalaman belajar yang beragam atau multi-learning, serta lingkungan yang positif. Kombinasi tersebut membantu mendukung dan mengoptimalkan perkembangan otak si Kecil," ujar dr. Yoga.
Salah satu orang tua yang berbagi pengalaman dalam acara tersebut, Budi Fung dan Marlene, mengatakan mereka berupaya memberi ruang bagi putranya, Ashton Alexander Fung, untuk mengeksplorasi berbagai minat sejak kecil.
"Sejak awal, kami selalu mendukung Ashton untuk dapat mengeksplorasi berbagai minatnya, mulai dari caranya dalam berpikir secara kritis, tangguh dan tidak mudah menyerah, serta peduli dengan sesama. Selain itu, di sisi lain Ashton juga gemar mencoba hal-hal baru, seperti golf, berkuda, dan piano yang menjadikannya lebih disiplin dan menghargai setiap proses yang ia lalui. Bagi kami, tumbuh kembang anak kami bukan hanya tentang hasil secara keseluruhan tetapi bagaimana ia berproses untuk terus berkembang dan menemukan potensi yang ia miliki," kata Budi dan Marlene.
Dalam kegiatan tersebut, pengunjung juga dapat mencoba S-26 Exceptional Brain Visualizer, teknologi berbasis electroencephalogram (EEG) yang menampilkan visualisasi aktivitas otak anak secara real-time. Selain itu, tersedia berbagai aktivitas interaktif, seperti Logic Lab, Vision Pod, Neuron Express, Neuron Dance, hingga Photo Booth, yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi keluarga.





