Jakarta (ANTARA) - Penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang berlangsung pada 24 sampai 26 Juli 2026 di kawasan Alun-Alun Central Park, Kabupaten Jember, Jawa Timur mengajak masyarakat membangun hubungan yang lebih harmonis antara manusia, bumi, dan kehidupan.
"JFC 2026 membuktikan bahwa seni kostum dan budaya mampu menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan global tentang keberlanjutan lingkungan," kata Presiden Jember Fashion Carnaval Budi Setiawan dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Karnaval yang mengusung tema "Heal: Humanity, Earth and Life" itu menggaungkan pesan tersebut melalui empat agenda utama dan delapan defile teatrikal yang mengangkat nilai kemanusiaan, keberagaman budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Baca juga: Menpar sebut JFC kembangkan wisata seni Jember dengan kualitas dunia
Pendekatan kreatif tersebut memperkuat peran pariwisata sebagai media edukasi sekaligus mendukung pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sebagai salah satu event unggulan yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata, pada puncak penutupannya JFC menyuguhkan keindahan pertunjukan teatrikal kolosal “Dewi Bumi” sebagai pembuka, dilanjutkan parade busana sepanjang 3,6 kilometer dari kawasan Central Park menuju GOR PKPSO Kaliwates.
"Kehadiran ribuan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara menjadi bukti nyata bahwa kreativitas anak bangsa adalah magnet utama pariwisata daerah," ujar Budi.
Baca juga: Menpar siap mempromosikan JFC ke kalender wisata dunia
Budi turut mengklaim bahwa JFC 2026 membuktikan kemampuannya sebagai instrumen promosi pariwisata daerah yang andal dalam menggerakkan wisatawan nusantara dan mancanegara.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardana menyampaikan sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN), JFC tidak hanya sukses memicu pergerakan ribuan wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana sebuah pesta budaya mampu memberikan dampak turunan (multiplier effect) yang masif bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga perajin lokal.
Widiyanti mencontohkan pada penyelenggaraan tahun 2025, JFC menarik 557.509 wisatawan nusantara dan 284 wisatawan mancanegara, melibatkan 106 pelaku UMKM, 2.643 pekerja seni, serta 558 tenaga kerja, dengan nilai perputaran ekonomi mencapai Rp60,21 miliar.
Baca juga: Sejumlah Putri Indonesia tampil memukau di Grand Carnival JFC 2026
Kehadiran talent dan peserta yang tidak hanya berasal dari Jember tetapi juga berbagai wilayah Indonesia membuktikan bahwa JFC telah menjadi ruang selebrasi seni inklusif dan wadah edukasi budaya pelestarian tradisi.
Maka dari itu, dia memastikan Kementerian Pariwisata melalui program KEN akan terus mendukung penyelenggaraan JFC supaya mengukuhkan posisi Kabupaten Jember dan Indonesia di panggung fesyen serta pariwisata dunia.
Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat semarakkan ajang Jember Fashion Carnaval 2026
Baca juga: WACI bertema wastra nusantara lestarikan kain tradisional di JFC 2026
"JFC 2026 membuktikan bahwa seni kostum dan budaya mampu menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan global tentang keberlanjutan lingkungan," kata Presiden Jember Fashion Carnaval Budi Setiawan dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Karnaval yang mengusung tema "Heal: Humanity, Earth and Life" itu menggaungkan pesan tersebut melalui empat agenda utama dan delapan defile teatrikal yang mengangkat nilai kemanusiaan, keberagaman budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Baca juga: Menpar sebut JFC kembangkan wisata seni Jember dengan kualitas dunia
Pendekatan kreatif tersebut memperkuat peran pariwisata sebagai media edukasi sekaligus mendukung pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sebagai salah satu event unggulan yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata, pada puncak penutupannya JFC menyuguhkan keindahan pertunjukan teatrikal kolosal “Dewi Bumi” sebagai pembuka, dilanjutkan parade busana sepanjang 3,6 kilometer dari kawasan Central Park menuju GOR PKPSO Kaliwates.
"Kehadiran ribuan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara menjadi bukti nyata bahwa kreativitas anak bangsa adalah magnet utama pariwisata daerah," ujar Budi.
Baca juga: Menpar siap mempromosikan JFC ke kalender wisata dunia
Budi turut mengklaim bahwa JFC 2026 membuktikan kemampuannya sebagai instrumen promosi pariwisata daerah yang andal dalam menggerakkan wisatawan nusantara dan mancanegara.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardana menyampaikan sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN), JFC tidak hanya sukses memicu pergerakan ribuan wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana sebuah pesta budaya mampu memberikan dampak turunan (multiplier effect) yang masif bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga perajin lokal.
Widiyanti mencontohkan pada penyelenggaraan tahun 2025, JFC menarik 557.509 wisatawan nusantara dan 284 wisatawan mancanegara, melibatkan 106 pelaku UMKM, 2.643 pekerja seni, serta 558 tenaga kerja, dengan nilai perputaran ekonomi mencapai Rp60,21 miliar.
Baca juga: Sejumlah Putri Indonesia tampil memukau di Grand Carnival JFC 2026
Kehadiran talent dan peserta yang tidak hanya berasal dari Jember tetapi juga berbagai wilayah Indonesia membuktikan bahwa JFC telah menjadi ruang selebrasi seni inklusif dan wadah edukasi budaya pelestarian tradisi.
Maka dari itu, dia memastikan Kementerian Pariwisata melalui program KEN akan terus mendukung penyelenggaraan JFC supaya mengukuhkan posisi Kabupaten Jember dan Indonesia di panggung fesyen serta pariwisata dunia.
Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat semarakkan ajang Jember Fashion Carnaval 2026
Baca juga: WACI bertema wastra nusantara lestarikan kain tradisional di JFC 2026





