TABLOIDBINTANG.COM - Memperingati Hari Anak Nasional 2026, Lemonilo menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk "Pendidikan untuk Semua, Menuju Generasi Hebat". Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (26/7) ini menyasar 100 anak didik sekolah nonformal binaan Komunitas Gumul Juang (KGJ) Ciliwung di Jatinegara, Jakarta Timur.
Program tersebut menghadirkan kolaborasi antara Lemonilo, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), serta dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Bantuan yang diberikan meliputi perlengkapan sekolah, fasilitas penunjang belajar, hingga dukungan pemenuhan gizi.
Secara simbolis, Lemonilo menyerahkan tas sekolah, unit laptop dan televisi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Selain itu, anak-anak juga menerima produk makanan sehat dari Lemonilo, sementara Kementerian Kelautan dan Perikanan menyumbangkan 100 ekor ikan sebagai upaya mendukung asupan gizi mereka.
Acara tersebut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, Co-CEO Lemonilo Shinta Nurfauzia, serta Pimpinan Komunitas Gumul Juang Ciliwung Daniel Polii.
Co-CEO Lemonilo Shinta Nurfauzia menegaskan bahwa masa depan anak tidak hanya bergantung pada usaha mereka sendiri, tetapi juga dukungan dari orang dewasa di sekitarnya.
"Masa depan anak-anak tidak hanya ditentukan oleh usaha mereka sendiri, melainkan sangat bergantung pada kepedulian, keputusan, dan dukungan kita sebagai orang dewasa. Di Lemonilo, kami percaya bahwa membangun generasi Indonesia yang sehat tidak cukup hanya melalui asupan makanan bermutu, melainkan juga lewat akses pendidikan yang layak dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka secara utuh," ujar Shinta.
Ia juga mengapresiasi kiprah para relawan KGJ Ciliwung yang selama ini konsisten mendampingi anak-anak melalui pendidikan nonformal.
"Pengabdian para relawan KGJ Ciliwung yang konsisten mendampingi anak-anak setiap akhir pekan sangat menginspirasi kami. Lemonilo ingin hadir menjadi bagian dari solusi dan penyemangat agar adik-adik kita berani bermimpi setinggi-tingginya," jelasnya.
Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menekankan bahwa pemenuhan hak anak, termasuk hak memperoleh pendidikan, merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
“Sinergi antara pemerintah, sektor swasta seperti Lemonilo, dan komunitas lokal merupakan wujud nyata kerja kolaboratif yang sangat dibutuhkan untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal," tegasnya.
Tak hanya menyalurkan bantuan, kegiatan juga diisi dengan berbagai aktivitas edukatif dan interaktif. Anak-anak mengikuti sesi Dongeng Sulap bersama Kak Maulana yang mengangkat nilai-nilai karakter sekaligus mengajak mereka menerapkan pola hidup sehat dengan cara yang menyenangkan.
Keceriaan peserta berlanjut melalui permainan tradisional seperti tarik tambang, pindah tepung, dan tiup balon yang dirancang untuk melatih kekompakan, kerja sama, sekaligus mempererat kebersamaan.




