Bentrokan antarkelompok terjadi di kawasan Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7) pagi. Dalam video yang beredar, sejumlah orang terlihat saling melempar batu.
Beberapa di antaranya juga membawa kayu dan bambu saat bentrokan berlangsung. Polisi menduga keributan bermula saat dua orang menggeber sepeda motor di dekat gerobak nasi uduk hingga berujung perusakan dan dugaan pemukulan terhadap warga.
Seorang pria berinisial K (23) tewas dalam insiden bentrokan maut tersebut. Polisi telah mengamankan tiga orang terkait kasus penganiayaan yang menewaskan seorang warga itu.
Berikut kronologi bentrokan maut yang terjadi:
Minggu 26 Juli Pagi
Pukul 10.00 WIB
Bentrokan antarkelompok terjadi di kawasan Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7) pagi.
Dalam video yang beredar, sejumlah orang terlihat saling melempar batu. Beberapa di antaranya juga membawa kayu dan bambu saat bentrokan berlangsung.
Pagar dan gerobak milik pedagang di sekitar lokasi tampak mengalami kerusakan. Seorang pria juga terlihat terkapar dalam kondisi babak belur.
Pukul 15.23 WIB
Berawal dari Gerobak Nasi Uduk
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, berdasarkan penyelidikan sementara, keributan bermula saat sekelompok orang datang untuk membeli sarapan di gerobak nasi uduk.
“Jadi ada kelompok dari yang diserang ini datang mau beli sarapan, kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan, sehingga menggeber kendaraannya. Kemudian dia pergi, kemudian datang lagi dengan membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk atau sarapan tersebut,” kata Roby di lokasi, Minggu (26/7).
Menurut Roby, perusakan tersebut kemudian memicu kemarahan warga sekitar. Warga lalu menyerang tempat berkumpul kelompok tersebut hingga bentrokan terjadi.
Pukul 16.19 WIB
Satu Orang Tewas, Delapan Diamankan Polisi
Kasat Reskrim menjelaskan, petugas sempat berupaya melerai bentrokan. Namun, banyaknya orang yang terlibat membuat kerusuhan berujung memakan korban.
“Kemudian dari petugas berupaya untuk melerai dan menyudahi, namun karena banyaknya yang terlibat, akhirnya warga yang terlibat akhirnya ada korban dan ada yang kita amankan. Dari korban yang kita amankan dari TKP ada dua orang dibawa ke RSCM, dan dari kelompok warga yang ada, ada dari dua kelompok, satu kelompok enam orang dan yang dari luar itu dua orang yang kita sedang amankan dan ambil keterangannya di Polsek Menteng,” ujarnya.
Dalam kejadian ini satu orang meninggal dunia sementara delapan lainnya diamankan polisi.
"Informasi terbaru dari dua orang yang diamankan dari TKP masih dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal," imbuhnya.
Pukul 19.54 WIB
Polisi Tangkap Tiga Pelaku
Polisi mengamankan tiga orang terkait kasus penganiayaan yang menewaskan seorang warga saat bentrokan antar-kelompok di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7). Selain itu, sekitar 15 orang juga telah diperiksa untuk mengusut rangkaian peristiwa tersebut.
Personel Brimob dan TNI masih disiagakan di lokasi bentrokan antar dua kelompok di kawasan Jalan Tambak dan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7). Aparat tampak melakukan patroli untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan.
Berdasarkan pantauan kumparan di lokasi, personel Brimob dan TNI terlihat berpatroli dengan berjalan kaki di sepanjang Jalan Tambak hingga kawasan gerobak nasi uduk di Matraman Dalam yang diduga menjadi titik awal perselisihan.
Di sekitar gerobak nasi uduk itu, sejumlah personel juga berjaga di sekitar masjid dekat lokasi.
Pukul 22.49 WIB
Geber Motor Bikin Bising Jadi Penyebab Bentrok
Advokat kelompok etnis Ambon yang terlibat bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Nefton Alfares, membantah narasi di media sosial yang menyebut kelompok Ambon tak membayar nasi uduk dan tak terima ditegur menjadi pemicu peristiwa yang terjadi pada Minggu (26/7) tersebut.
Menurut Sekjen Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Persaudaraan Timur Indonesia Raya (PETIR) tersebut, peristiwa bermula dari salah satu orang dari kelompok Ambon menyalakan motor. Knalpot motor itu pun bising, memancing teguran dari seseorang di sekitar.
Ia juga membantah narasi di media sosial yang menyebut kelompok etnis Ambon merusak masjid. Menurutnya, masjid itu hanya kebetulan ada di dekat lokasi.
Pukul 01.00 WIB
Polisi Sweeping
Polisi masih berjaga di kawasan Jalan Tambak hingga Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat.
Berdasarkan video yang beredar pada Minggu (26/7) malam, terlihat sekelompok orang mencoba mendatangi lokasi bentrok di Jalan Tambak. Aparat kemudian melakukan penyisiran terhadap kelompok tersebut untuk mencari senjata tajam yang diduga dibawa.
Dalam video itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra tampak ikut melakukan pemeriksaan badan terhadap pria yang mengenakan hoodie berwarna dongker dan topi, kemudian menemukan sebilah parang yang dibawa oleh orang itu. Pria tersebut langsung diamankan.
Pada video yang sama, anggota kepolisian lainnya juga terlihat mengamankan sejumlah busur dan anak panah dari beberapa orang.
Senin 27 Juli
Pukul 07.30 WIB
Petugas kepolisian terus berjaga usai terjadinya bentrokan. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Elisa Partomuan Hutagalung mengatakan ada satu kompi tim gabungan yang diterjunkan untuk mengamankan situasi dan lokasi.
Menko Polkam Pastikan Kondisi Kondusif
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago angkat bicara soal bentrokan yang terjadi di kawasan Matraman Dalam dan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat. Menurutnya, kondisi di lokasi kini telah kembali kondusif.
Hal itu disampaikan Djamari saat ditemui di Gedung Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (27/7).
“Sedang ditangani dan sudah… dan itu sudah menjadi… kondisi sudah kembali baik, itu yang saya dapat laporan,” kata Djamari.
Dijaga 200 Personel TNI-Polri
Lokasi bentrokan di kawasan Matraman Dalam dan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, masih dijaga ketat aparat gabungan hingga Senin (27/7) pagi. Penjagaan dilakukan sebagai langkah antisipasi pasca-insiden bentrokan yang menewaskan satu orang.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn membenarkan bahwa aparat masih bersiaga di lokasi kejadian.
“Betul masih di jaga,” kata Erlyn saat dikonfirmasi, Senin (27/7).
Erlyn mengatakan, pengamanan dilakukan oleh sekitar 200 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga Polsek Menteng.
“Sekitar 200 personel gabungan TNI, personel polda, Polres Jakpus dan Polsek Menteng,” ujarnya.





