Jakarta (ANTARA) - Bank Jakarta Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, telah menyalurkan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) senilai Rp18 miliar sejak Maret 2025 hingga Juni 2026 guna memperkuat perekonomian masyarakat kepulauan melalui pembiayaan produktif.
“Sejak Maret 2025 hingga Juni 2026, total penyaluran kredit UMKM di Kepulauan Seribu telah mencapai Rp 18 miliar,” kata Perwakilan KCP Bank Jakarta Pulau Pramuka, Cucu Zaelani di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan pembiayaan tersebut dimanfaatkan oleh berbagai sektor usaha mulai dari komunitas nelayan, pelaku home industry atau usaha pengolahan.
Penyaluran kredit ini juga dirasakan pedagang kecil yang tersebar di wilayah Kepulauan Seribu.
Menurutnya nilai pembiayaan yang disalurkan berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 500 juta, menyesuaikan dengan kebutuhan dan skala usaha masing-masing debitur.
“Rata-rata pembiayaan diberikan untuk pengembangan UMKM,” kata dia.
Penyaluran kredit ini digunakan sebagai modal kerja maupun investasi, termasuk pembangunan dan peningkatan kapasitas kapal bagi nelayan agar usahanya semakin berkembang.
Dirinya berharap layanan perbankan di Kepulauan Seribu terus ditingkatkan terutama terkait optimalisasi layanan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) agar semakin memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.
"Kami berharap pelayanan ATM dapat lebih optimal sehingga masyarakat semakin mudah mengakses layanan perbankan," kata dia.
Baca juga: Rano Karno instruksikan Bank Jakarta sediakan mesin ATM di rusun
Baca juga: KAMAKSI: Komitmen Bank Jakarta hormati proses hukum adalah bentuk GCG
Baca juga: BEI ungkap antusiasme pemda menjajaki penerbitan obligasi daerah
“Sejak Maret 2025 hingga Juni 2026, total penyaluran kredit UMKM di Kepulauan Seribu telah mencapai Rp 18 miliar,” kata Perwakilan KCP Bank Jakarta Pulau Pramuka, Cucu Zaelani di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan pembiayaan tersebut dimanfaatkan oleh berbagai sektor usaha mulai dari komunitas nelayan, pelaku home industry atau usaha pengolahan.
Penyaluran kredit ini juga dirasakan pedagang kecil yang tersebar di wilayah Kepulauan Seribu.
Menurutnya nilai pembiayaan yang disalurkan berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 500 juta, menyesuaikan dengan kebutuhan dan skala usaha masing-masing debitur.
“Rata-rata pembiayaan diberikan untuk pengembangan UMKM,” kata dia.
Penyaluran kredit ini digunakan sebagai modal kerja maupun investasi, termasuk pembangunan dan peningkatan kapasitas kapal bagi nelayan agar usahanya semakin berkembang.
Dirinya berharap layanan perbankan di Kepulauan Seribu terus ditingkatkan terutama terkait optimalisasi layanan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) agar semakin memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.
"Kami berharap pelayanan ATM dapat lebih optimal sehingga masyarakat semakin mudah mengakses layanan perbankan," kata dia.
Baca juga: Rano Karno instruksikan Bank Jakarta sediakan mesin ATM di rusun
Baca juga: KAMAKSI: Komitmen Bank Jakarta hormati proses hukum adalah bentuk GCG
Baca juga: BEI ungkap antusiasme pemda menjajaki penerbitan obligasi daerah





