Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebut industri fesyen, wisata ramah Muslim, farmasi, kosmetik halal, hingga industri makanan halal menjadi sektor unggulan dan menjadi modal kuat yang dapat memperkuat posisi ekonomi syariah Indonesia di pasar global.
Kepala Badan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Kadin Indonesia Titi Khoiriah mengatakan Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan sejumlah sektor unggulan ekonomi syariah, seiring meningkatnya permintaan produk halal di pasar internasional.
Titi dalam keterangannya di Jakarta, Senin menilai sektor tersebut perlu terus diperkuat agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing dan menjadi pemain utama dalam rantai nilai global.
Menurutnya, pemerintah telah menetapkan target menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia melalui penguatan tiga elemen utama, yakni industri halal, sektor keuangan syariah, dan ekosistem usaha yang saling terintegrasi.
Baca juga: Arsjad Rasjid: Indonesia berpeluang jadi pemain utama industri halal
Namun, Titi mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi, seperti konsentrasi kepemilikan modal, kebijakan yang dinilai belum cukup memihak pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan sektor ekonomi syariah, serta rendahnya adopsi teknologi digital di kalangan pengusaha.
Ia menambahkan, penguatan ekonomi umat juga perlu didukung dengan peningkatan akses pembiayaan, percepatan digitalisasi, sertifikasi halal, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Selain itu, transformasi digital dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing pelaku usaha. Optimalisasi kecerdasan buatan, penguatan infrastruktur pusat data nasional, serta perluasan literasi digital disebut dapat membantu UMKM menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan produktivitas.
Titi juga mendorong penguatan ekonomi hijau melalui pengembangan energi terbarukan, mekanisme perdagangan karbon, pembiayaan berkelanjutan, dan hilirisasi sumber daya alam sebagai upaya meningkatkan daya saing ekspor Indonesia.
Baca juga: Konsolidasi ekonomi umat, MUI gagas pembentukan "Danantara Syariah"
Adapun dalam Sidang Pleno XII Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (25/7), dirinya menegaskan komitmen Kadin untuk mendorong penguatan ekonomi umat sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan itu pula, ia menyampaikan lima rekomendasi strategis, yakni penguatan regulasi yang berpihak pada UMKM, percepatan ekosistem ekonomi syariah terintegrasi, peningkatan investasi infrastruktur dan reformasi birokrasi, percepatan hilirisasi industri serta transisi ekonomi hijau, dan perluasan literasi digital serta akses pembiayaan formal bagi pelaku UMKM.
Kepala Badan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Kadin Indonesia Titi Khoiriah mengatakan Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan sejumlah sektor unggulan ekonomi syariah, seiring meningkatnya permintaan produk halal di pasar internasional.
Titi dalam keterangannya di Jakarta, Senin menilai sektor tersebut perlu terus diperkuat agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing dan menjadi pemain utama dalam rantai nilai global.
Menurutnya, pemerintah telah menetapkan target menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia melalui penguatan tiga elemen utama, yakni industri halal, sektor keuangan syariah, dan ekosistem usaha yang saling terintegrasi.
Baca juga: Arsjad Rasjid: Indonesia berpeluang jadi pemain utama industri halal
Namun, Titi mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi, seperti konsentrasi kepemilikan modal, kebijakan yang dinilai belum cukup memihak pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan sektor ekonomi syariah, serta rendahnya adopsi teknologi digital di kalangan pengusaha.
Ia menambahkan, penguatan ekonomi umat juga perlu didukung dengan peningkatan akses pembiayaan, percepatan digitalisasi, sertifikasi halal, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Selain itu, transformasi digital dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing pelaku usaha. Optimalisasi kecerdasan buatan, penguatan infrastruktur pusat data nasional, serta perluasan literasi digital disebut dapat membantu UMKM menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan produktivitas.
Titi juga mendorong penguatan ekonomi hijau melalui pengembangan energi terbarukan, mekanisme perdagangan karbon, pembiayaan berkelanjutan, dan hilirisasi sumber daya alam sebagai upaya meningkatkan daya saing ekspor Indonesia.
Baca juga: Konsolidasi ekonomi umat, MUI gagas pembentukan "Danantara Syariah"
Adapun dalam Sidang Pleno XII Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (25/7), dirinya menegaskan komitmen Kadin untuk mendorong penguatan ekonomi umat sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan itu pula, ia menyampaikan lima rekomendasi strategis, yakni penguatan regulasi yang berpihak pada UMKM, percepatan ekosistem ekonomi syariah terintegrasi, peningkatan investasi infrastruktur dan reformasi birokrasi, percepatan hilirisasi industri serta transisi ekonomi hijau, dan perluasan literasi digital serta akses pembiayaan formal bagi pelaku UMKM.





