Sebanyak 50 pelajar dan pemuda terlibat pengibaran bendera Bintang Kejora di Kabupaten Nabire, Papua Tengah usai diduga didoktrin simpatisan Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Polisi masih menahan 8 orang yang merupakan siswa SMA Tabernakel.
"Jumlah pelajar yang diamankan sebanyak 50 orang terdiri dari gabungan pelajar dan pemuda. 8 siswa SMA (masih) diamankan. Para siswa diduga terdoktrin oleh KNPB," kata Kapolres Nabire AKBP Samuel D Tatiratu dilansir detikSulsel, Senin (27/7/2026).
Puluhan pelajar itu terlibat pengibaran bendera Bintang Kejora di Kampung Waroki (Pintu Angin) Distrik Nabire Barat, Sabtu (25/7) pukul 15.20 WIT. Para pelajar tersebut awalnya berniat rekreasi dan pengenalan siswa baru oleh Ikatan Pelajar Pegunungan Tengah (IPPT).
"Diketahui yang membawa bendera Bintang Kejora pada kegiatan tersebut adalah Ketua IPPT atas nama Rohan Kadepa," kata Samuel.
Puluhan pelajar itu kemudian dibawa ke Mako Polres Nabire untuk dimintai keterangan serta pengecekan barang bukti. Delapan orang yang diduga terlibat langsung kegiatan tersebut kini masih diamankan, sementara sisanya dipulangkan.
"Pada pukul 20.00 WIT, para pelajar dan pemuda dipulangkan kepada pihak sekolah dan keluarga. Untuk 8 orang yang terlibat kepemilikan bendera Bintang Kejora sampai dengan saat ini masih menjalani pemeriksaan," bebernya.
Samuel menambahkan pengibaran bendera Bintang Kejora pada kegiatan pengenalan siswa baru SMA Tabernakel tersebut merupakan langkah yang dilakukan oleh simpatisan KNPB untuk mendoktrin dan merekrut pelajar sebagai anggota kelompoknya.
"Para pelajar dan pemuda yang membawa bendera Bintang Kejora tersebut merupakan simpatisan KNPB," pungkasnya.
Baca selengkapnya di sini.
(dwr/idh)





