Bank Indonesia mengonfirmasi mundurnya Perry Warjiyo sebagai Gubernur pada Minggu (25/07/2026). Keputusan ini mengejutkan banyak pihak di dalam dan luar negeri.
Saat ini pejabat sementara Gubernur BI diduduki oleh Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti. Hal ini sesuai dalam sesuai dengan pasal 50 ayat (2) yakni dalam hal kekosongan jabatan Gubernur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum diangkat penggantinya, Deputi Gubernur Senior menjalankan tugas pekerjaan Gubernur sebagai pejabat Gubernur sementara.
“Posisi sekarang, seperti tadi yang kami sampaikan, ini adalah posisi pejabat Gubernur sementara, sampai nanti definitif mengikuti Pasal 40 dan Pasal 42,” kata Destry Damayanti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/07/2026).
Pihak Bank Indonesia menyatakan keputusan ini merupakan hal yang sudah dipertimbangkan matang. Mereka menghormati pilihan Perry Warjiyo dan mengapresiasi dedikasinya.
Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Presiden Prabowo Subianto telah menerima pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Setelah itu, akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.
"Kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden yang kemudian sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama kita mengacu kepada Undang-Undang Bank Indonesia," kata Prasetyo.
Faktor Penyebab Mundurnya Perry Warjiyo Alasan pribadi dan kebijakan yang mempengaruhi keputusan pengunduran diriPerry Warjiyo menyampaikan alasan pribadi sebagai dasar pengunduran diri. Kebijakan moneter yang diambil juga menghadapi tantangan internal dan eksternal yang cukup berat selama masa jabatannya.
Tekanan dari kondisi ekonomi nasional dan globalKetidakpastian ekonomi global, kenaikan inflasi, serta volatilitas pasar keuangan memberikan tekanan signifikan. Kondisi ini mempengaruhi lingkungan kebijakan dan keputusan strategis yang harus diambil oleh Perry selama masa jabatannya.
Latar Belakang Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI Karir dan pengalaman Perry Warjiyo sebelum menjabat Gubernur BIPerry Warjiyo dikenal luas sebagai tokoh ekonomi dengan pengalaman panjang di bidang moneter. Ia menjabat Gubernur BI sejak tahun 2018.
Perry Warjiyo memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan pengalaman panjang di Bank Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur Bidang Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
Kontribusi utama selama masa jabatan sebagai Gubernur BIPerry Warjiyo berperan penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi. Ia juga memperkuat kerjasama internasional serta mendorong inovasi di sektor keuangan, khususnya dalam pengembangan sistem pembayaran digital.
Kebijakan moneter yang diambil dan dampaknya terhadap ekonomi IndonesiaKebijakan suku bunga acuan, inflasi terjaga, dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi fokus utama. Dampaknya terlihat dari stabilitas ekonomi yang relatif kuat di tengah tantangan global dan upaya pemulihan pasca pandemi.





