Jakarta, tvOnenews.com - Polisi masih memperketat pengaman pasca-insiden bentrokan antarkelompok yang menewaskan satu orang di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakart Pusat.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri mengatakan bahwa pengamanan dilakukan ratusan personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri.
"Masih dijaga, kalau pelaksanaan apel semalem ada 188 personil gabungan TNI, personel Polda, Polres Jakpus dan Polsek Menteng," katanya, Senin (27/7).
Ia menegaskan, pengamanan dilakukan untuk megantipasi adanya bentrokan susulan, ditambah pengamanan ini untuk mensterilkan lokasi.
"Antisipasi pasca-bentrok," ujarnya.
Sebelumnya, seorang penjual nasi uduk bernama Rusdi turut menceritakan detik-detik awal bentrokan.
Kesaksiannya diunggah melalui akun media sosial @bangranistones dan menggambarkan bagaimana situasi yang semula hanya dipicu suara knalpot motor berujung menjadi kerusuhan.
Rusdi mengatakan, kejadian bermula saat dua pemuda melintas sambil menggeber motor hingga menimbulkan suara bising.
Saat itu, beberapa pelanggan yang sedang makan di warungnya merasa terganggu dan memberikan teguran.
"Awalnya ada orang bawa motor, motornya berisik digeber-geber, ada orang yang lagi makan di saya, nggak terima, ditegur gitu," ujar Rusdi.
Menurutnya, kedua pemuda tersebut sempat pergi, namun tidak lama kemudian kembali dengan membawa rekan-rekannya.
"Terus nggak lama kemudian manggil abang-abangnya dateng udah langsung kejadian." ucapnya.
Rusdi memperkirakan ada sekitar 10 orang yang datang menggunakan sepeda motor. Awalnya mereka hanya menanyakan sesuatu kepada warga, tetapi situasi kemudian berubah menjadi ricuh.
"Kurang lebih 10 orang, naik motor semua. Awalnya sih nanya-nanya doang, mungkin karena nggak dapet-dapet pelakunya jadi membabi buta," ungkapnya.
Ia juga mengaku tidak melihat para pelaku membawa senjata tajam saat keributan berlangsung.
"Pakai tangan kosong sih nggak pakai senjata," ujarnya.
Kerusuhan kemudian semakin meluas setelah warga dari kawasan sekitar ikut berdatangan.
Dalam kekacauan tersebut, gerobak nasi uduk milik Rusdi turut menjadi korban.
Meski mengalami kerusakan, ia bersyukur tidak ada pelanggan yang menjadi korban karena warungnya sedang kosong saat itu. (aha/dpi)




