Profil Andi Tenri Walinonong, Ketua DPRD Bone yang Bantah Lakukan Penganiayaan ke Staf PPPK, Kini Ancam Lapor Balik

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Profil Andi Tenri Walinonong, Ketua DPRD Bone yang bantah lakukan penganiayaan ke staf PPPK. Kini dia diketahui ancam laporkan balik.

Seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bernama Yuli Novita Sari (29) melaporkan Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong (32) atas dugaan penganiayaan. Dalam laporannya ke petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone, Yuli mengaku mendapat perlakuan kasar berupa dilumuri kue sisa tamu undangan, disiram air, hingga dilempari botol sambal.

"Mukaku disapu (lumuri) kue, disiram air, sama dilempari botol lombok," kata Yuli, dilansir dari Kompas.com.

Insiden ini disebut terjadi di salah satu kantin gedung DPRD Bone dan disaksikan oleh belasan orang mulai dari Kabag Fasilitasi DPRD Bone Andi Ikbal Baso, Kasubag Rumah Tangga DPRD Bone Andi Zulfikar Efendy, ajudan Ketua DPRD Bone Andi Juanda Putra, hingga beberapa staf dan pegawai lain. Meski begitu, Yuli mengaku tidak seorang pun berusaha untuk menolong atau melerai saat peristiwa penganiayaan tersebut terjadi.

"Mungkin karena mereka menganggap saya tidak pantas ditolong karena saya tidak punya jabatan. Luar biasa, orang kecil seperti saya diperlakukan semena-mena," ucapnya.

Lantaran hal itu, pihak penyidik selanjutnya akan mejadwalkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain yang disebut mengatahui peristiwa tersebut. Yuli sendiri diketahui sudah memberikan keterangan sebagai pelapor serta melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi untuk mengetahui kronologi sesuai laporan yang diterima penyidik.

Sementara itu, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong diketahui telah memberikan klarifikasi dan membantah melakukan penganiayaan terhadap stafnya. Dia bahkan mengancam akan melaporkan balik korban atas dugaan pencemaran nama baik.

"Apa yang disebut di media sosial itu tidak sepenuhnya benar, dan saya akan melapor balik karena nama baik saya sudah dicemarkan" kata Andi.

Andi Tenri Walinonong lalu menjelaskan kejadian berawal saat adanya kunjungan kerja dari Komandan Batalyon (Danyon) Kavaleri 10/Mendagiri. Namun, saat itu dirinya masih berada di luar sehingga tamu diterima oleh Kepala Bagian (Kabag) DPRD.

"Saya kedatangan tamu tapi saat itu saya masih di luar kantor sehingga saya utus Kabag untuk melayani tamu dan setelah tiba di kantor ternyata tamu saya sudah pergi jadi saya langsung ke kantin bersama Pak Sekwan," kata Andi.

Beberapa saat kemudian, Kabag DPRD berjalan sambil membawa kue lalu dibercandai oleh Andi yang meminta kue dan dijawab oleh Kabag DPRD bahwa kue itu merupakan sisa dari tamu tadi. Mendengar hal itu, seorang staf DPRD bernama Wahyu menelepon lounge agar sisa kue tamu undangan dibawa ke kantin oleh staf lain bernama Yanti.

 

"Kuenya kemudian dibawa ke kantin untuk dimakan bersama dan setelah beberapa lama kemudian Yanti melapor bahwa Yuli menanyakan keberadaan kue tersebut dengan alasan masih ada tamu yang akan segera tiba dari Sidrap," kata Andi Tenri.

Adapun, Yuli disebut kesal lantaran kue itu akan dipersiapkan untuk tamu, tetapi dibawa tanpa sepengetahuannya. Andi kemudian mendapat aduan dari Yanti bahwa Yuli memarahinya sehingga Ketua DPRD Bone itu memanggil Yuli ke kantin untuk klarifikasi.

"Mendengar bahwa Yuli marah jadi saya langsung telepon dia untuk datang ke kantin dan saat tiba dia duduk di samping kiriku dan menyangkal dan banyak bicaranya dan secara spontan saya ambil satu biji kue dan suapi Yuli saya juga bahkan sempat pukul meja yang mengakibatkan kue dan botol mineral yang jatuh ke tanah dan saya akui itu di luar kontrol emosi saya," kata Andi Tenri.

"Jadi saya pertegas bahwa saya tidak pernah melempari Yuli dengan botol apalagi melumuri wajahnya dengan kue," tegasnya.

Berikutnya, untuk profil Andi Tenri Walinonong merupakan pejabat kelahiran Bone, 28 Desember 1993. Perempuan satu ini merupakan putri dari tokoh masyarakat Kecamatan Ulaweng H Andi Maddusila Takka dan ibunya bernama Hj Andi Hermi Sanawawi.

Dalam hal pendidikan, dia diketahui pernah bersekolah di SD Inp 5/81 Timusu kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Ulaweng. Setelah lulus, Andi kemudian bersekolah di SMA Negeri 1 Ulaweng dan kemudian menempuh pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

Melansir dari TribunBone.com, sebelum menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPRD Bone, Andi Tenri diketahui pernah menjadi Direktris CV Putri Timusu, Ketua Yayasan TK Putra Batara, dan Manager ATW FC. Saat Pemilu 2024, politisi Partai Gerindra satu ini diketahui berhasil meraih 7.828 suara.

Sebelum menjadi sorotan karena dilaporkan atas dugaan kasus penganiayaan, Andi Tenri pernah viral karena ikut mencuci keris acara Mattompang Akbar 10 ribu bilah badik dan keris di Lapangan Merdeka, Watampone saat Hari Jadi Bone ke-695 tahun. Penyucian keris ini merupakan tradisi turun-temurun dalam ritual adat Mattompang Arajang yang bertujuan untuk melestarikan budaya dan merawat benda pusaka. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jet tempur M-346F cetak penerbang andal TNI-AU
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Menko Polkam Djamari: Terorisme di Indonesia Relatif Terkendali
• 21 menit laluviva.co.id
thumb
Hamil Anak Andrew Andika, Violentina Kaif Ngaku Kebobolan: Kita Lagi Senang-senang Pacaran
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Usai Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Pastikan Stabilitas Rupiah dan Sistem Keuangan Tetap Terjaga
• 8 jam laludisway.id
thumb
Baru Lahir Langsung Disunat, Amanda Manopo Cerita Pengalaman Rawat Baby Zac
• 2 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.