Kampung yang ditenggelamkan di Bendungan Karian, Lebak, muncul untuk pertama kalinya sejak ditenggelamkan pada 2023. Kondisi itu merupakan dampak dari kemarau panjang yang membuat debit air di bendungan turun.
"Karena kemarau ekstrem sepertinya, baru kali ini terlihat," ucap Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), Dedi Yudha Lesmana, kepada wartawan, Senin (27/7/2026).
Dia mengatakan biasanya hanya sebagian bangunan yang terlihat di kawasan bekas Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, yang ditenggelamkan itu. Dia mengatakan saat ini bangunan-bangunan sisa permukiman warga itu terlihat jelas.
"(Sebelumnya) hanya sebagian," katanya.
(aik/haf)





